IMQ, Jakarta —
Di tengah situasi ekonomi tak menentu, emas menjadi satu-satunya harapan bagi investor untuk berinvestasi. Itulah yang memacu emas terus mencatat rekor harga. Sudah tak terhitung berapa kali emas mencatat rekor, dan yang terakhir terjadi Jumat (19/8).
Harga emas untuk pengiriman Desember melonjak US$30,20, atau 1,7%, menjadi US$1.852,20 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange, Jumat (19/8). Di sesi siang, harga emas bahkan sudah menyentuh rekor US$1.881,40 per ons.
“Harga emas dapat menembus US$2.000 paling cepat pekan depan, dan bila tidak bisa jadi pekan berikutnya,” kata Matt Zeman, head trader di Kingsview Financial, Chicago.
Namun, melesatnya harga emas yang begitu cepat ini patut diperhatikan, karena ini bisa memicu aksi jual yang dapat memangkas harga cukup besar antara US$100 hingga US$200 dari harga saat ini, meski secara fundamental emas masih kuat, ujar Zeman.
“Harga sekarang ini mulai tampak seperti sedikit bubbly,” ujarnya.
Emas menguat hingga 6,4% dalam sepekan ini, dan menanjak 14% dalam sebulan, dari posisi penutupan Juli di US$1.631,20 per ons.
Rekor yang terjadi pada Jumat ini melampaui rekor sebelumnya pada Kamis (18/8) ketika harga emas ditutup di level US$1.822 per ons.
Sementara itu, harga perak untuk pengiriman September ditutup menguat US$1,74, atau 4,3%, menjadi US$42,43 per ons. Ini merupakan harga penutupan perak tertinggi sejak 3 Mei, yang berada di level US$50 per ons. Selama sepekan ini harga perak menguat 8,5%.











