IMQ, Jakarta —
Kecemasan terhadap kondisi ekonomi global membuat investor kian menjauhi aset-aset berisiko, sehingga memicu kekhawatiran terhadap permintaan komoditas. Akibatnya, harga minyak di Asia, Jumat (19/8), semakin tertekan.
Harga minyak di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman September turun US$1,42, atau 1,7%, menjadi US$80,96 per barel dalam perdagangan elektronik.
“Pelemahan pertumbuhan ekonomi kini sudah menyebar melebihi kawasan Eropa dan AS,” kata analis dari MF Global.
“Namun kami berpikir bahwa kita dapat menghindari resesi di AS. Semakin harga energi melemah, maka semakin optimistis ekonomi akan tumbuh, karena akan semakin terbuka ruang untuk melakukan belanja,” katanya.
Pada sesi perdagangan reguler di Nymex, Kamis (18/8), harga minyak anjlok US$5,20, atau 5,9%.
Pada perdagangan hari ini, minyak melemah seiring dengan rontoknya bursa saham di Asia menyusul kejatuhan di bursa AS dan Eropa semalam.











