IMQ, Jakarta —
Pergerakan IHSG pada pekan kedua Agustus diperkirakan masih mengalami tekanan setelah respon negatif terhadap kekhawatiran ekonomi AS dan penurunan rating utang negara tersebut, walaupun pada medio pekan lalu muncul berita soal kesepakatan untuk menaikkan pagu utang AS.
Penulis mengutarakan kondisi ini ditunjukkan dengan penurunan indeks Dow Jones sebesar 513 poin pada akhir pekan lalu, yang merupakan penurunan terburuk sejak 2008.
Belum lagi penurunan rating yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat dunia S&P untuk pertama kalinya dalam sejarah AS menjadi AA+ dengan outlook negatif dari sebelumnya AAA sejak 1917.
Namun, penulis melihat koreksi yang terjadi selama sepekan lalu pada IHSG disebabkan oleh faktor global dan panic selling yang dilakukan oleh investor serta profit taking, mengingat pada analisa Penulis sebelumnya mengingatkan bahwa IHSG pada level 4.200 (High 4.195,72 pada 2 Agustus 2008, lihat analisis 1st Week of August) Risk > Reward secara jangka pendek, namun uptrend secara jangka panjang karena fundamental Indonesia yang sangat baik.
Hal ini dapat digunakan investor untuk mulai akumulasi secara bertahap pada saham-saham unggulan yang sudah murah.
Penulis memperkirakan IHSG akan trading pada level 3.864.67-3.942.89 dan mencoba kembali bertengger di atas 4.000. Koreksi maksimal IHSG berada pada level IHSG berada pada level 3.690-3.790.
Berikut rekomendasi Penulis untuk Minggu II Agustus 2011 berdasarkan metode Buying Power dengan Entry Point dan Target Price, antara lain:
• ADHI (570-610) target 820-850. Next 880-930
• AUTO (3.625-3.725) target 3.950-4.025. Next 4.250-4.350
• BDMN (5.000-5.150) target 5.650-5.750. Next 6.150-6.200
• PTBA (18.700-19.300) target 21.400-21.600. Next 22.500-23.000
• EXCL (5.000-5.100) target 5.850-5.950. Next 6.200-6.350
• Medium-Long Term Investment KREN











