IMQ, Jakarta —
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diminta melakukan negosiasi harga pembelian gas dari kontraktor kontrak kerja sama migas oleh BP Migas. Bila perusahaan gas pelat merah ini merealisasikannya, lantas bagaimana prospek harga sahamnya?
Tim riset e-Trading Securities mengungkapkan langkah ini tepat dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki harga gas domestik dan tentunya berdampak positif bagi pendapatan negara.
"Namun, hal ini direspon negatif oleh publik yang mewakili 43,04% pemegang saham PGAS," tulis riset e-Trading yang dipublikasikan 4 Agustus 2011.
Respon negatif ini terlihat pada penutupan perdagangan saham PGAS kemarin (4/8) melemah 10 poin atau 5,88% ke level Rp4.000 per lembar.
e-Trading memandang renegosiasi harga pembelian gas PGAS yang diminta oleh BP Migas masih merupakan wacana dan belum tertuang pada dasar hukum tertulis, misalnya Peraturan Menteri ESDM. Namun, jika renegosiasi harga pembelian gas PGAS terlaksana, tentunya PGAS memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian harga jual gasnya kepada konsumen sesuia dengan Peraturan Menteri ESDM No. 19 tahun 2009.
Sebagai informasi, lanjutnya, saat ini harga jual rata-rata gas milik PGAS sebesar US$6,4/mmbtu.
"Kami optimistis upaya perbaikan harga gas domestik yang dilakukan BP Migas tentunya berlaku kepada seluruh industri migas sehingga penyesuaian harga tersebut dapat dibebankan kepada konsumen," imbuhnya.
Apalagi, kata dia, permintaan akan gas alam di Indonesia masih belum dapat dipenuhi. Meskipun harga jual gas PGAS mengalami penyesuaian, namun harganya masih murah dibandingkan dengan sumber energi yang lainnya, misalnya LPQ 3 kilogram sekitar US$10,05/mmbtu.
"Bahkan, harga gas PGAS kalah saing dengan solar dan premium yang berada di level masing-masing US$22,21/mmbtu dan US$24,07/mmbtu," terangnya.
Persaingan harga penjualan yang ketat mau tidak mau membuat PGAS harus memantapkan performanya. Saat ini, PGAS telah terkoreksi sebesar 10% dalam dua hari terakhir dengan membentuk gap di kisaran Rp3.925-3.950 di mana secara historikal seperti yang pernah terjadi sebelumnya PGAs berhasil rebound setelah terkoreksi 10%.
"Secara teknikal, PGAS saat ini masih dalam tekanan jual yang besar dilihat dari koreksi 2 hari diikuti dengan volume yang cukup besar walau indikatornya memasuki area jenuh beli," paparnya.
e-Trading melihat saat ini, PGAS sedang menguji area support pertamanya di level 3.600 dan support kedua berada di 3.475. Akumulasi pembelian secara bertahap dapat dilakukan pada area support tersebut. Sementara resisten berada di kisaran 3.750-3.900.
"Walau laporan keuangan semester I belum keluar, kami tetap merekomendasikan beli dengan target harga Rp4.700 per saham," sarannya.











