IMQ, Jakarta —
Peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan yang signifikan perlu disikapi bijaksana oleh investor. Rabu ini (27/7), IHSG diprediksi masih melanjutkan penguatan dengan kisaran 4.100-4.200.
Pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu mengungkapkan di tengah kenaikan IHSG yang cepat, pelaku pasar sebaiknya mengikuti tren kenaikan tersebut. Namun, perlu diwaspadai peluang untuk koreksi masih terbuka dalam jangka pendek sebelum kenaikan yang lebih tinggi lagi.
"Sejauh ini cenderung uptrend, namun perlu hati-hati dalam jangka pendek," ujar JDW, sapaan akrabnya yang juga berprofesi sebagai wealth motivator ini dalam bincang-bincang dengan IMQ, Selasa malam (26/7).
Menurutnya, penguatan IHSG masih ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang bagus. Apalagi, komentar Lembaga Pemeringkat Internasional, Fitch Rating, meyakini dalam 12-18 bulan ke depan Indonesia memiliki peluang besar naik ke Investment Grade.
"Belum lagi, pemulihan di AS dan Eropa sehingga menjadi peluang bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia," paparnya.
Ia berkeyakinan IHSG dapat melaju hingga ke level 4.200 sebelum Lebaran. Hal ini berkat optimisme dari pelaku pasar di Tanah Air. "Saya pun menyarankan beberapa saham pilihan seperti PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk serta PT Kresna Graha Sekurindo," sarannya.
Perdagangan IHSG kemarin (26/7) ditutup naik 45 poin (1,12%) ke level 4,132 dengan jumlah transaksi sebanyak 18 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6,2 triliun. Seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penguatan dan tercatat sebanyak 151 saham mengalami penguatan, 79 saham mengalami penurunan, 84 saham tidak mengalami perubahan dan 139 saham tidak diperdagangkan sama sekali.











