IMQ, Jakarta —
Lagi-lagi, sektor aneka industri membuktikan dirinya sebagai penopang Indeks Harga Saham Gabungan. Terbukti, dalam sepekan indeks berhasil menguat 19,51 poin (0,48%) dan ditutup di level 4.023,20 dibandingkan penutupan pekan lalu di 4.003,69.
Pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu menggambarkan sektor aneka industri seperti makanan tambahan, sekaligus menjadi obat pemulihan bagi IHSG di tengah kondisi regional yang serba minim.
"Ditambah keyakinan konsumen Tanah Air terhadap prospek ekonomi pun masih menunjukkan peningkatan," tutur JDW, trendmarknya yang juga berprofesi sebagai Wealth Motivator dalam risetnya kepada IMQ, Sabtu (16/7).
Berikut kondisi dan faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan penting dalam perkembangan IHSG sepekan:
Internal
• Keyakinan konsumen Indonesia terhadap prospek ekonomi Indonesia hingga 12 bulan ke depan pada Juni menunjukkan kenaikan 0,7 poin menjadi 143,9 dan merupakan kenaikan berturut-turut selama 3 bulan terakhir
Eksternal
• Indeks harga konsumen AS turun 0,2% selama Juni sedangkan untuk core tidak termasuk makanan dan energy naik 0,3%
• Data sentimen konsumen yang dilakukan oleh Thompson Reuters dan Universitas Michigan menunjukkan penurunan sebesar 63,8 pada awal Juli setelah sebelumnya 71,5 pada Juni lalu
• Data penjualan ritel menunjukkan kenaikan 0,1% pada Juni, lebih baik dari estimasi penurunan sebesar 0,2% menurut Departemen Perdagangan AS
• Moody’s menempatkan peringkat utang AS dalam pengawasan untuk downgrade karena meningkatnya risiko default. Jika diturunkan, kemungkinan besar berada di kisaran 'Aa' dari sebelumnya 'Aaa', dan apabila hal ini terjadi maka downgrade ini merupakan hal pertama kalinya sejak 1917
• Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mendapatkan kepercayaan 40 miliar euro dengan tujuan agar Italia terhindar dari krisis ekonomi
• Fitch menurunkan peringkat utang Yunani menjadi 'CCC' dari sebelumnya 'B+'
• Moody’s menurunkan peringkat utang Irlandia dengan outlook negatif menjadi Ba1 dari sebelumnya 'Baa3'
• PDB China selama kuartal II naik 9,5% dari estimasi 9,4% selama periode April-Juni
Adapun sektor yang mengalami kenaikan selama sepekan ini dipimpin aneka industri (miscelleaneous) 50,25 (4,09%) membukukan kenaikan terbesar, disusul dengan:
• Manufaktur (Manufacture) naik 15,88 (1,68%)
• Keuangan (Finance) naik 6,50 poin (1,23%)
• Industri Dasar (Basic Industry) 2,91 (0,70%)
• Properti (Property) naik 0,89 (0,42%)
• Perdagangan (Trade) naik 2,05 poin (0,37%)
• LQ45 (Blue Chips) naik 2,28 (0,32%)
• Konsumen (Consumer) naik 3,44 poin (0,28%)
Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan selama sepekan ini yaitu pertambangan (mining) anjlok 57,26 poin (1,71%) membukukan penurunan terbesar, disusul dengan:
• Infrastuktur (Infrastructure) turun tipis 2,60 (0,33%)
• Pertanian (Agriculture) turun tipis 0,14 poin (0,00%)
"Pergerakan IHSG pada minggu ketiga bulan Juli saya perkirakan penguatan secara terbatas pada level 4.034,9-4.069,2 dengan potensi mengalami koreksi," sarannya.
Selama 2 minggu ke depan, investor perlu mencermati informasi perihal rencana pemerintah AS untuk menaikkan batas hutang negara kepada kongres yang rencananya dilaksanakan pada 2 Agustus mendatang dan perkembangan krisis ekonomi yang terjadi pada negara-negara Eropa.
"Koreksi minor IHSG berada pada level 3.926.67-3.938 dengan koreksi maksimal IHSG berada pada level 3.890,67-3.909,33," terawangnya.
Berikut rekomendasi untuk pekan III Juli 2011 berdasarkan metode 'Buying Power' dengan Entry Point dan target harga:
• BORN (1.390-1.420) target harga 1.460-1.480. Selanjutnya, 1.550-1.570
• INDY (3.550-3.650) target harga 3.850-3.950. Selanjutnya, 4.150-4.250
• Medium-Long Term Investment KREN











