IMQ, Jakarta —
Memulai unit bisnisnya di bidang properti komersial, PT Ciputra Properti Tbk (CTRP) merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang telah memiliki unit usaha, antara lain Mal dan Hotel Ciputra di Jakarta dan Semarang, dan sedang fokus membangun Ciputra World Jakarta.
Pembangunan proyek superblok yang berada di lokasi strategis di kawasan Central Bussiness District (CBD) Jakarta ini semakin memantapkan posisi perseroan sebagai pengembang mixed-used properti komersial terdepan.
Ciputra World Jakarta merupakan superblok yang terdiri dari mal, perkantoran, hotel bintang lima, apartemen dan apartemen premium.
Dalam pembangunan megaproyek yang secara keseluruhan terdiri dari 3 tahap dengan total biaya investasi sekitar Rp7 triliun itu tentunya memberikan prospek pertumbuhan kinerja yang bagus bagi perseroan depannya.
Dalam pengembangan usahanya, perseroan juga menggandeng pemain industri ritel raksasa asal Korea, Lotte Group, yang tahun depan akan membuka gerai department store pertama di Indonesia berlokasi Ciputra World Jakarta dengan investasi dana untuk tahun pertama sebesar US$27 juta.
Nantinya, Lotte Department Store itu akan menyewa seluruh area mal di Ciputra World Jakarta seluas 130 ribu meter persegi (m2) selama 20 tahun.
Research Analyst eTrading Securities, Buddy S M Siallagan dalam risetnya yang dikutip IMQ di Jakarta, mengatakan kontrak jangka panjang yang diperoleh CTRP dari Lotte Group merupakan suatu pendapatan yang sudah cukup besar bagi perusahaan.
“Dari masing-masing perspektif kedua belah pihak memiliki keuntungan di mana beban penyewa bisa diperkecil dengan waktu sewa yang cukup lama, dan dari sisi jumlah “recurring” income yang diperoleh jangka panjang menjamin cash flow perseroan dari kontrak sewa 20 tahun ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan melihat kinerja CTRP di sepanjang kuartal I tahun ini yang meningkat 100% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya serta PER yang relatif lebih rendah dari industri dan beberapa kompetitornya, membuat saham CTRP ini cukup prosprektif.
Berdasarkan konsensus analis merekomendasikan beli (buy) untuk saham CTRP dan tidak ada yang merekomendasikan Hold dan Sell dengan target harga rata-rata Rp520 per lembar saham.
Pada penutupan perdagangan Rabu (13/7) saham CTRP ditutup di level Rp425 per saham dengan volume sebanyak 10,47 juta lembar saham senilai Rp4.46 miliar.











