IMQ, Jakarta —
Sebagai perusahaan BUMN yang berorientasi ekspor, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus mengembangkan potensi yang dimiliki dalam pemenuhan kebutuhan bahan tambang. Dalam pengembangan usahanya, perseroan saat ini memiliki konsumen jangka panjang yang loyal di wilayah Eropa dan Asia.
Sepanjang kuartal I tahun ini perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp346,66 miliar atau melesat 71% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp201,23 miliar.
Seiring peningkatan laba bersih, perseroan juga mencatatkan pendapatan kuartal I tahun ini tumbuh 20% menjadi Rp1,99 triliun dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar Rp1,65 triliun.
Dalam riset yang PT Trust Securities yang dikutip IMQ di Jakarta, Rabu (13/7), tergambar peningkatan laba bersih kuartal I yang signifikan tidak terlepas dari peningkatan volume penjualan feronikel, di mana seiring permintaan volume penjualan feronikel naik 33% menjadi 2.209 TNi, sementara harga feronikel dunia rata-rata US$12,32/pound lebih tinggi dari periode sebelumnya.
"Dengan asumsi rata-rata harga nikel dunia berkisar antara US$12/lb, kami optimistis Antam masih akan mencatat penjualan dan laba bersih positif di tahun ini," ungkap riset tersebut.
Data inventory nikel di London Metal Exchange (LME) menunjukkan sejak Januari 2011 stok nikel di LME secara terus-menerus menunjukkan penurunan atau dari tahun ke tahun cadangan nikel telah merosot 15%.
Indikasi tersebut mencerminkan komoditas nikel sedikit berbeda dengan komoditas base metal lainnya. Pasalnya, para produsen manufaktur global masih melihat pertumbuhan ekonomi global pada 2011 masih akan tumbuh 4,5% berimplikasi positif pada permintaan komoditas base metal.
“Kami optimistis arah sektor komoditas base metal pada tahun ini masih akan tumbuh 10%-30%, dan saat ini merupakan waktu yang tepat mengakumulasi (buy) saham ANTM dengan target harga (TP) Rp2600/saham,” ucapnya.
Hal tersebut juga didukukung sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia memiliki PER yang termasuk rendah dibanding sektor-sektor lainnya.
Pada penutupan perdagangan Selasa (12/7) saham ANTM ditutup di level Rp2.050 dengan volume sebanyak 14,81 juta lembar saham senilai Rp29.93 miliar.











