IMQ, Jakarta —
Keindahan alam di kawasan Alam Sutra Realty Tbk menjadi magnet bagi mereka yang mendambakan sebuah kawasan hunian atau bisnis yang nyaman. Dalam waktu dekat, perusahaan tercatat berkode ASRI ini bakal mengembangkan superblok dengan bangunan mixed use.
Pada September 2009, jalan tol Jakarta-Merak membuka akses pintu masuk dan keluar Sepong justru mempercepat pertumbuhan penjualan rumah. Peluang emas ini ditangkap ASRI dengan gencar mengembangkan kawasan komersial hingga residential.
Pengembangan kawasan komersial bertujuan untuk melengkapi keberadaan Alam Sutera sebagai kawasan mixed-use development.
Dengan pilihan yang beragam, mulai dari kavling komersial hingga ruko, Alam Sutera memposisikan kawasan komersialnya di lokasi yang sangat strategis mulai dari wilayah Boulevard hingga Jalur Sutera yang mengarah langsung ke akses tol Alam Sutera.
Sedangkan residential, ASRI menerapkan one-gated system dan pengawasan keamanan selama 24 jam penuh di setiap kawasan huniannya guna memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni dan memungkinkan mereka untuk dapat bersosialisasi dengan para tetangga dengan nyaman.
Saat ini, di Alam Sutera telah dikembangkan lebih dari 20 cluster yang masing-masing terdiri atas 150 hingga 300 hunian dan dihuni oleh sedikitnya 3,500 keluarga. Jumlah ini dipastikan masih akan terus berkembang hingga 10.000 keluarga hingga 10 tahun ke depan.
"Tak heran, tiap tahunnya penjualan ASRI selalu meningkat signifikan bila dibandingkan dengan perusahaan yang sama," demikian riset analis MNC Securities, Reza Nugraha dalam riset yang dipublikasikan 4 Juli.
Di kuartal pertama tahun ini saja perseroan mencatat pendapatan melejit 97,5% menjadi Rp405 miliar, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp205 miliar. Utang dibandingkan ekuitas pun berhasil diturunkan dari 0,30 kali menjadi 0,27 kali.
"Hal ini membuat beban bunga menurun dan berdampak pada kenaikan laba bersihnya," telisiknya.
Dalam waktu dekat ini, ASRI akan menggembangkan superblok dengan beragam bangunan mixed use. Rencananya, proyek superblok proyek superblok seluas 55,5 hektar ini akan berlokasi di sisi utara Alam Suter, Serpong, yang akan rampung pada 2013.
Proyek tersebut dibagi menjadi dua tahap yang masing-masing seluas 35,5 ha dan 20 ha. Superblok tahap pertama merupakan area yang akan ditempati Mall Alam Sutera, gedung perkantoran Alam Sutera Office Tower, dan komplek apartemen Silkwood Residences. Sedangkan, tahap kedua akan dibangun convention & exhibition.
"Dengan mega proyek ini, penjualan perseroan akan terdongkrak signifikan," selorohnya.
Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun. Hal ini didukung dari kondisi makro ekonomi yang positif, dan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional terutama sektor properti kian menjanjikan.
"Kami menargetkan harga saham hingga akhir tahun Rp430 dengan asumsi P/BV dan PE masing-masing 2,1 kali dan 11,5 kali," tuntasnya.











