IMQ, Jakarta —
Bumi Serpong Damai merupakan perusahaan pengembang properti di bawah bendera Grup Sinarmas dengan aset terbesar kedua setelah Lippo Karawaci, di antara perusahaan sejenis yang terdaftar di lantai Bursa Efek Indonesia.
Tim riset Indosurya Securities memaparkan bahwa saat ini kode emiten BSDE ini tengah mengembangkan BSD City tahap II seluas 2.000 hektar yang diperkirakan akan selesai pada 2020 mendatang dan mencakup tiga kluster perumahan, kawasan perkantoran BSD Green Office Park dan kawasan pendidikan Edu Town, di mana telah bergabung dua universitas ternama di dalamnya.
Setelah mengakuisisi tiga perusahaan properti pada akhir 2010, total jumlah landbank BSDE naik dari 3.250 hektar menjadi 4.800 hektar. Dan total aset pun mengalami kenaikan lebih dari 154% menjadi Rp11,6 triliun dari sebelumnya Rp4,5 triliun pada 2009. Dari total aset tersebut, 30% di antaranya atau sekitar Rp3,5 triliun adalah dalam bentuk kas.
"Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2,1 triliun, sejalan dengan diluncurkan sedikitnya 10 kluster baru di kawasan BSD City," papar tim riset yang dipublikasikan 28 Juni 2011.
Dengan menargetkan pendapatan penjualan sebesar Rp3,4 triliun tahun ini, yang berarti 30-40% pertumbuhan dibanding tahun lalu, BSDE dipercaya dapat meraih keuntungan yang cukup signifikan, terutama mengingat kebutuhan rumah tinggal saat ini yang masih terus dicari konsumen.
Penjualan dan pendapatan usaha perseroan akan dikontribusikan juga dari tiga perusahaan lain yang baru saja selesai diakuisisi, yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan, dan Sinar Mas Wisesa. Total biaya pengambilalihan saham mencapai Rp4,4 triliun.
Indosurya memprediksi RoA dan RoE perseroan tahun ini masing-masing 3,01% dan 5,74%. Sedangkan EPS-nya 34,30.
"Kami merekomendasikan beli dengan target harga Rp1,070 per lembar dengan entry point Rp870," sarannya.











