IMQ, Jakarta —
Google Inc. boleh saja raja di industri mesin pencari Internet, tapi untuk media sosial, Facebook tentu punggawanya. Nah, untuk merebut 'kue' di bisnis jejaring sosial ini, Google mulai menyiapkan senjata untuk berperang dengan Facebook.
Google, yang kini juga kian disegani di industri sistem operasi mobile lewat Android-nya, pada Selasa (27/6) memperkenalkan senjata barunya untuk bersaing dengan Facebook Inc. dan pemain lainnya, seperti Twitter dan LinkedIn, di area jejaring sosial.
Google mengatakan bahwa layanan bernama Google+ ini masih dalam tahap ujicoba, dan hanya bisa diakses melalui undangan. Hal ini demi menjaga agar nanti setelah peluncuran tidak lagi mengalami kendala.
"Kami ingin membuat Google lebih baik dengan melibatkan Anda, relationship Anda dan ketertarikan Anda,” tulis Senior Vice President Google, Vic Gundotra, dalam blog perusahaan.
Google+ memanfaatkan kontak yang dikembangkan oleh pengguna dengan layanan Google lainnya, dan memudahkan pengguna menempatkan kumpulan kontak itu dalam kategori yang terpisah atau berbeda. Aspek lain dari layanan ini meliputi video chat, photo albums dan group text messaging.
"Saat ini, hubungan atau pertemanan di antara masyarakat semakin banyak dilakukan secara online. Namun indahnya dan substansi interaksi di dunia nyata tak ditemukan dalam perangkat online yang kita gunakan, dan untuk itu kami ingin menyempurnakannya," tulis Gundotra.
Google telah lama mengupayakan untuk mengembangkan sebuah layanan sosial yang dapat mengimbangi popularitas Facebook, yang hingga saat ini telah menjaring lebih dari 600 juta pengguna di seluruh dunia sejak dibentuk pada 2004 lalu, yaitu di saat yang sama Google listing di bursa saham.
Dalam sebuah konferensi belum lama ini, Chairman Google Eric Schmidt mengakui bahwa perusahaannya masih bayi dalam hal media sosial.
Sebelumnya Google sudah berupaya masuk ke bisnis social-networking melalui layanan bernama Orkut, yaitu layanan yang popularitasnya hanya terbatas di pasar di luar AS, dan juga Buzz, sebuah layanan yang akhirnya memicu komplain dari pihak lain terkait dengan privasi, hingga berlanjut ke pengadilan dan dilakukan penyelesaian dengan U.S. Federal Trade Commission (FTC).
Layanan lain Google di media sosial adalah Google Wave, yang menggabungkan antara social networking dengan messaging, dan layanan ini dicampakkan tahun lalu.











