IMQ, Jakarta —
Perusahaan elektronik Jepang Panasonic Corp. akan melakukan langkah tak populis demi menghemat biaya dan menjaga agar bisnisnya tetap mampu bersaing, terutama dengan para rivalnya dari Korea Selatan.
Untuk itu, Panasonic berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan Sanyo Electric Co., yang merupakan anak usaha Panasonic.
Adapun jumlah karyawan 10.000 yang akan dipangkas itu dihitung secara global dan pelaksanaannya akan dilakukan mulai tahun ini, demikian laporan harian ekonomi Jepang, Nikkei, Selasa (28/6).
Program pengurangan karyawan itu akan dilakukan melalui program pensiun dini dan konsolidasi bisnis, tulis Nikkei. Dan manajemen akan mulai melakukan negosiasi hari ini.
Sekitar 200 karyawan dari tiga anak usaha penjualan akan menjadi sasaran pertama dari program PHK ini, yang akan dilakukan akhir Juli.
Di Jepang, Sanyo akan menjalankan program pensiun dini untuk karyawan yang bekerja di kantor pusat, di unit white-goods (peralatan rumahtangga) Sanyo Consumer Electronics Co., dan unit-unit lainnya. Sementara secara global, karyawan di unit white-goods dan peralatan digital akan menjadi sasaran, sebut Nikkei.











