IMQ, Jakarta —
Mendengar kata 'saham', sebagian besar orang langsung beranggapan untung. Anggapan ini tidak salah, namun bagi pemula disarankan lebih baik berinvestasi dengan modal kecil.
Menurut Head Equity Lautandhana Securindo Sanny Gunawan, investasi dengan modal kecil membuat para pemula dapat sembari belajar tentang berinvestasi saham di pasar modal. Di tengah proses pembelajaran, maka sebaiknya para pemula mendapatkan bimbingan dari sekuritas yang dipilihnya.
"Jadi, jangan langsung banyak untuk investasi, namun kecil Rp5-10 juta sebab intinya belajar saham," ujar Sanny dalam diskusi singkat tentang 'Mengenal Investasi Saham' pada acara Indonesia Financial Expo & Forum 2011, di Jakarta, Minggu (19/6).
Ia menambahkan jika dana belanja saham terlalu besar maka proses belajar sering terabaikan. Apalagi, para pemula enggan untuk membaca cara investasi di pasar modal.
"Pasar modal ini kejam. Banyak orang yang berbulu domba sehingga kita, khususnya para pemula, harus pintar dan mendapatkan bimbingan," sarannya.
Biasanya, lanjut Sanny, paling bahaya bagi pemula yang tengah dalam proses belajar saham adalah kondisi pasar tengah naik kencang. Sebab, para pemula langsung menuai keuntungan dan tidak disiplin. "Jadi mereka [pemula] langsung sombong dan tidak belajar lagi," paparnya.
Namun, proses belajar yang benar adalah berbelanja sembari mengetahui proses market bullish atau bearish. "Paling tidak tiga tahun lah seorang pemula mengetahui semuanya," selorohnya.











