IMQ, Jakarta —
Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan perekonomian global melambat pada kuartal II tahun ini dan berakselerasi kembali pada semester II.
Estimasi IMF itu terangkum dalam laporan terbaru lembaga keuangan internasional itu mengenai outlook ekonomi global yang diterbitkan Jumat (17/6).
"Pendorong fundamental terhadap pertumbuhan global masih ada di jalurnya," kata IMF dalam salah satu dari serangkaian update atas outlook ekonomi global, stabilitas finansial dan pemangkasan utang. Adapun pendorong pertumbuhan meliputi kebijakan moneter yang akomodatif, meningkatnya permintaan untuk barang konsumen dan kuatnya pertumbuhan di negara berpertumbuhan cepat dan negara berkembang.
IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global pada 2011 menjadi 4,3%, turun dari perkiraan April yang sebesar 4,4%, dan lembaga ini memprediksi ekonomi dunia akan tumbuh 4,5% pada 2012.
Dengan pelemahan dalam lima bulan pertama tahun ini, IMF terpaksa memangkas proyeksi untuk pertumbuhan AS naik menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,8%.
Tak hanya itu, IMF juga memangkas pertumbuhan untuk Italia dan Inggris tahun ini. Menurut IMF, Jepang akan mengalami kontraksi 0,7% tahun ini, dibandingkan dengan estimasi tingkat pertumbuhan sebelum gempa yang sebesar 2,8%.
IMF mengimbau seluruh negara di setiap kawasan harus bekerja keras untuk meningkatkan prospek bagi berlanjutnya ekspansi ekonomi.
Untuk AS, negara dengan perekonomian terbesar dunia ini harus menjalankan rencana untuk mengurangi defisit anggaran dan meningkatkan pagu utang.
Di Eropa, langkah-langkah konkret diperlukan untuk memperkuat supervisi dan langkah penyelesaian krisis.
Sementara bagi negara berpertumbuhan cepat, penerapan kebijakan pengetatan makroekonomi dibutuhkan untuk melanjutkan kebijakan agar bunga riil tetap rendah.
China harus terus membiarkan mata uangnya menguat.











