Search:
Saturday, Jan-18 2020 08:17 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Berharap Pasar Otomotif Untungkan Multistrada
Published: 15 Feb 2016 04:14 WIB


IMQ, Jakarta —  Industri ban nasional menderita akibat melemahnya pasar otomotif seiring dengan kelesuan ekonomi global dan domestik.

Pasar ekspor dan domestik mengalami pukulan, penjualan domestik turun 16,1% YoY sedangkan penjualan ekspor turun sebesar 15,3% YoY sepanjang kuartal III 2015. Untuk pasar ekspor, penjualan keseluruhan menurun dari hampir semua negara kecuali untuk pasar AS.

"Kami melihat pemulihan pasar AS akan menguntungkan produsen ban di Indonesia," tutur Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto melalui riset edisi Februari 2016.

Di sisi lain, masa perlambatan pertumbuhan perekonomian Indonesia diyakini telah berakhir, meskipun faktanya belum terjadi peningkatan pada industri otomotif.

"Kami berharap belanja anggaran pemerintah dan serangkaian paket ekonomi yang telah diluncurkan akan segera memberikan pengaruh langsung dan membawa dampak positif pada ekonomi dan industri ban pada umumnya," paparnya.

Saat ini, MASA masih mempertahankan pembagian kontribusi penjualannya, 71% dari pasar ekspor dan 29% dari pasar domestik. Untuk distribusi pasar ekspor, Perseroan memiliki jaringan yang luas yang mencakup lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Untuk penetrasi lebih dalam di pasar Eropa, MASA telah mendirikan anak perusahaan di Jerman terutama untuk mengejar pangsa pasar OEM (original equipment manufacturer).

Di dalam negeri, MASA terus memperkuat saluran distribusi ritel di pasar domestik melalui pengembangan family channel yang terdiri dari Speed Tire Shop (STS) untuk ban PCR, dan Corsa Shop untuk ban MC, yang tersebar di seluruh Nusantara.

Selanjutnya, baru-baru ini, MASA telah memperkenalkan produk baru yang disebut CBR Truck Bus Radial dirancang untuk kendaraan truk dan bus untuk pasar domestik. MASA juga telah memperkenalkan jenis ban baru untuk sepeda motor sport 150-200 cc untuk pasar replacement.

Dalam sembilan bulan pertama 2015, penjualan ekspor turun lebih dalam mencapai 15,3% YoY dan penjualan domestik merosot 16,2% YoY.

"Meski demikian, kami masih menyukai MASA dengan neracanya yang masih kuat meskipun lingkungan bisnis sedang sangat menantang," urainya.

MASA mampu mempertahankan tingkat perputaran persediaannya di level 2,8x pada periode tersebut, masih dalam kisaran rata-rata 3 tahun terakhir. Perseroan juga telah mampu menjaga rasio gearing stabil pada 0,4x sejak 2013, menandakan pengelolaan utang yang prudent oleh manajemen.

Dalam hal rasio lancar, rasio tersebut dapat dipertahankan pada tingkat yang memadai 1,4x periode yang berakhir September 2015, lebih tinggi dari level rata-rata 3 tahun terakhir.

Dalam jangka menengah, ia percaya MASA, dengan daya saing biayanya, akan dapat tetap tumbuh seiring dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi yang sedang melambat.

"Target harga saham untuk 12 bulan adalah Rp360– Rp425 per saham," ujarnya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS