Search:
Saturday, Jan-18 2020 07:13 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
HM Sampoerna Raih Penghargaan 'Best Indonesia Deal 2015' dari FinanceAsia
Published: 28 Jan 2016 14:07 WIB


IMQ, Jakarta —  Perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), menerima penghargaan “2015 FinanceAsia Achievement Award” untuk kategori "Best Indonesia Deal".

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perseroan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada Oktober 2015. Presiden Direktur HM. Sampoerna, Paul Janelle, menerima penghargaan tersebut di Hong Kong, Rabu (27/1) malam.

PUT ini merupakan penawaran umum terbesar kedua di sepanjang sejarah di Asia Tenggara, dan terbesar di Indonesia sejak 2008. PUT telah menarik investor dalam maupun luar negeri, terutama dengan modal yang berasal dari investor luar negeri yang kemudian dikonversi menjadi arus masuk mata uang asing ke dalam negeri.

Hal itu tentunya menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dan juga pasar saham. PUT tersebut membuat Sampoerna menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, yaitu Rp483,883 triliun per 27 Januari 2016.

FinanceAsia memuji keberhasilan Sampoerna yang telah melaksanakan PUT senilai Rp20,768 triliun di tengah melemahnya kondisi perekonomian Indonesia pada 2015.
"Sampoerna tetap berhasil menarik investasi luar negeri lebih dari 700 juta dollar AS," ujar FinanceAsia dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (28/1).

Paul Janelle mengapresiasi penghargaan yang diberikan FinanceAsia, sebuah institusi yang memiliki reputasi internasional di bidang pemberitaan pasar modal dan keuangan Asia selama 20 tahun.

“Sampoerna didirikan di Surabaya pada tahun 1913 dan kami telah mengembangkan bisnis kami melalui dedikasi puluhan ribu karyawan yang berbakat serta kerja sama erat dengan jutaan pedagang, petani tembakau dan cengkeh. Kami bangga menjadi bagian dari Indonesia, dan penghargaan FinanceAsia ini menginspirasi kami untuk bekerja lebih keras lagi untuk para perokok dewasa, mitra usaha, dan pemegang saham,” ujar Paul.

Dengan setoran sekitar Rp67 triliun pada tahun 2015, menjadikan Sampoerna sebagai pembayar pajak terbesar di Indonesia. Pada Desember 2015, Sampoerna merayakan masuknya kembali saham HMSP ke dalam Penghitungan Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham Sampoerna juga dimasukkan dalam Morgan Stanley Composite Index (MSCI) sejak 2015.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia, Haryajid Ramelan, mengatakan, keberhasilan Sampoerna mendapatkan penghargaan 2015 FinanceAsia Achievement Award untuk kategori "Best Indonesia Deal" membuktikan bahwa perusahaan rokok ini mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari investor.

"Penghargaan dari FinanceAsia itu dapat meningkatkan kinerja perusahaan Sampoerna. Secara tidak langsung, ini juga merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” kata Haryajid.
Author: Khansa Padantya
-
POPULAR NEWS