IMQ, Jakarta —
Nama besar Ciputra tak perlu diragukan lagi, khususnya dalam pengembangan hunian, mall, hotel hingga rumah sakit. Melalui PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yang mengawali kariernya membangun mulai dari Tanah Air hingga Negeri Tirai Bambu, Ciputra siap terus memperkokoh pondasi bisnisnya.
CTRA memiliki wilayah pengembangan perumahan dan rumah sakit yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Kalimantan, Sulawesi, serta kota Shengyang-China. Hebatnya, sekitar 75% pendapatan CTRA berasal dari pengembangan residensial, seperti perumahan, kota mandiri dan kondominium.
Sisanya, berasal dari pengembangan pusat perbelanjaan, apartemen, hotel serta fasilitas reakreasi seperti golf dan theme park.
Menurut tim riset PT Indosurya Securities dengan total 1.136 hektar land bank untuk dikembangkan dan 62 hektar yang siap dipasarkan tahun ini, serta relatif stabilnya suku bunga kredit perumahan yang disediakan perbankan Indonesia, maka CTRA menjadi salah satu perusahaan properti yang cukup menjanjikan.
"Tentunya dapat meningkatkan kinerja keuangannya dengan peningkatan penerimaan dari penjualan propertinya," demikian riset Indosurya yang dirilis 3 Juni 2011 seperti dilansir IMQ.
Tahun ini, CTRA membidik target prestisius. Penjualan propertinya diramal meningkat hingga 89% menjadi Rp3 triliun. Peluang ini ditunjang dari hasil penjualan 28 proyek baru, seperti Citra Garden City, atau Citra Raya Tangerang.
Tak ingin kalah dengan emiten properti lainnya, CTRA telah merancang membangun 11 proyek tahun ini, antara lain terletak di Palembang, Pekanbaru, Jambi, Banjarmasin, Kendari, dan Denpasar. Ada juga pengembangan di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. CTRA pun harus mengeluarkan kocek hingga Rp50 miliar.
"Otomatis, pundi-pundi perusahaan pun semakin menebal dan harga saham kinclong," selorohnya.
Ada lagi, CTRA akan menambah lahan seluas satu hektar yang berlokasi di jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, untuk pengembangan apartemen.
Melihat peluang ini, tim riset merekomendasikan beli untuk CTRA. Indosurya memasang target harga Rp460, yang mencerminkan rasio price to earning (PE) 2011 sebesar 22,67 kali. Sementara ROE dan ROA masing-masing berada di level 0,05 dan 0,05 kali.
"Kami merekomendasikan beli dengan target harga Rp466,9 per lembar," sarannya.











