Search:
Saturday, Jan-18 2020 08:17 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
BTN Siap Hadapi Dinamika Ekonomi 2016
Published: 29 Dec 2015 18:04 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) siap menghadapi potensi gejolak ekonomi di tahun depan, setelah sukses melewati dinamika perlambatan ekonomi global dan nasional pada 2015.

Direktur Utama BBTN, Maryono, kepada pers di Jakarta, Selasa (29/12), mengatakan jika dampak buruk perekonomian global kembali menghantam ekonomi domestik, tingkat likuiditas perseroan diyakini mampu menopang kondisi terburuk pada 2016.

"Pada tahun depan kami sudah siap lepas landas, setelah berhasil melewati angin kencang dan awan "cumolonimbus" di 2015 karena gejolak ekonomi global dan dalam negeri," katanya.

Dijelaskan Maryono, dalam upaya memuluskan fase tinggal landas pada 2016, perseroan akan fokus pada lima aspek penguatan pendanaan, yakni pengembangan produk tabungan, pengembangan kapasitas teknologi informasi, pasokan rumah melalui kredit konstruksi, sumber daya manusia dan menyederhanakan proses bisnis.

"Pada 2016 Bank BTN akan meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan asing. Kami juga satu-satunya BUMN dengan GCG terbaik di Asean," paparnya.

Terkait transformasi bisnis, Maryono mengungkapkan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan fungsi sebagai perbankan penghubung yaitu membiayai sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand).

"Kami lakukan strategi menjadikan BTN bank perumahan yang terdepan dan terbesar dengan memberikan layanan tingkat dunia. Kami juga telah siap melakukan program yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu 1 juta rumah," ucap Maryono.

Selain itu, pihaknya juga akan menyempurkan transformasi kedua yakni infrastruktur, dengan memperbesar kapasitas jaringan elektronik agar proses pinjaman jadi lebih cepat.

"Perseroan selalu mengembangkan teknologi digital banking dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat," urainya.

Bank BTN, lanjutnya, juga telah melakukan transformasi terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tujuan agar dalam proses kredit dapat memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

"Kami sudah siapkan SDM, khususnya yang berhubungan dalam proses kredit," pungkasnya.

Terkait kinerja, hingga September 2015, Bank BTN membukukan laba bersih melonjak 61,8% menjadi Rp1,22 triliun, dengan realisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp124,47 triliun, tumbuh dibandingkan periode yang sama 2014 senilai Rp101,84 triliun.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS