Search:
Saturday, Jan-18 2020 07:28 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
2016, TBIG Anggarkan Rp1 Triliun untuk Dividen
Published: 24 Nov 2015 13:35 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun untuk dividen dan/atau pembelian kembali saham (buyback) melalui program pembelian saham yang telah disetujui ketika situasi pasar menguntungkan.

"Kami berharap jumlah ini tumbuh setiap tahun dan diperkirakan kebijakan tersebut tidak secara material memengaruhi rasio leverage yang dihitung oleh kreditur kami," tutur CEO TBIG Hardi Wijaya Liong melalui publikasi BEI, Selasa (24/11).

Ia beranggapan, langkah ini dilakukan karena perseroan telah berhasil menyelesaikan dua aktivitas penggalangan dana dari penerbitan utang pada 2015. Artinya, pada tahun depan TBIG memulai kebijakan pengembalian untuk pemegang saham dalam bentuk dividen yang substansial dan atau pembelian kembali saham.

"Dikarenakan oleh belanja modal kami ke depannya selalu bersifat diskresioner, kami akan tetap menggunakan pembiayaan melalui utang untuk mendanai belanja modal yang berkelanjutan dan sesuai kebijakan yang sudah berjalan lama, hanya bila didukung oleh kontrak baru dengan pelanggan selama 10 tahun," ujarnya.

Dengan cara tersebut, leverage perseroan selalu terjadi hanya ketika didukung oleh kontrak jangka panjang. Alhasil, kredit tidak pernah seimbang walaupun perseroan tetap fokus memprioritaskan struktur yang konsisten dan risiko rendah untuk kreditur.

Dengan pendapatan kontrak ini dan biaya berkelanjutan yang minimal, ia mengakui dapat memperkirakan arus kas minimum dan menggunakan sejumlah kelebihan untk para pemegang saham.

Sementara itu, Direktur Keuangan Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso, menyatakan bahwa setiap inisiatif baru untuk para pemegang saham tidak akan mengubah struktur kreditur perseroan. Standar metrik leverage yang diterapkan kepada pelanggan industri telekomunikasi, seperti rasio utang terhadap ebitda, tidak secara akurat mencerminkan manfaat dari pendapatan perseroan yang terjamin selama 10 tahun.

"Untungnya, kreditur kami menganalisa pendapatan yang terjamin ini dan arus kas terkait yang sepadan dan karena itu tetap nyaman dengan tingkat leverage kami saat ini di level kurang lebih 5 kali untuk rasio utang bersih terhadap ebitda tahunan yang dibuktikan dengan sangat suksesnya penerbitan obligasi dan utang sindikasi tahun ini," ungkap Helmy.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS