Search:
Saturday, Jan-18 2020 07:25 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Tambah Mesin Baru, Kapasitas Produksi Spindo 6.000 Ton/Bulan
Published: 17 Nov 2015 13:49 WIB


IMQ, Karawang —  PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) menambah pembelian mesin baru untuk pabrik baja di Karawang dengan kapasitas produksi 6.000 ton per bulan pada kuartal pertama 2016.

"Tingginya permintaan produk membuat kami menambah varian jenis pipa baja. Biasanya, kami memproduksi pipa paling kecil dengan ketebalan maksimum 4 mm, dengan investasi mesin baru ini, bisa dibuat pipa baja kecil dengan ketebalan 6,5 mm," kata Deputy President Director PT Spindo, Tedja Sukmana Hudianto pada acara peresmian perluasan pabrik dan peresmian mesin di Karawang, Selasa (17/11).

Dengan pembelian mesin baru, menurut Tedja, kapasitas produksi akan terus bertambah, per Oktober tahun ini, pabrik di Karawang sudah menghasilkan 4800 ton pipa baja.

"Jumlah ini cukup bagus karena biasanya produksi di Karawang hanya 3500 ton per bulan. Ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan, kapasitas produksi bisa mencapai 6.000 ton per bulan," papar dia.

Sampai dengan Oktober tahun ini, lanjut Tedja, pihaknya berhasil menjual pipa baja sebesar 313.924 ton.

"Jumlah ini akan terus bertambah hingga Desember sebesar 80.000 ton. Saat ini, pasar baja sangat beragam, tidak hanya digunakan untuk otomotif, produk perseroan juga dikonsumsi sektor infrastruktur, properti, furniture serta industri minyak dan gas," ujar Tedja.

Sedangkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, industri besi dan baja merupakan industri prioritas bagi pengembangan industri. Jumlah perusahaan baja nasional hulu dan hilir, sebanyak 1167 perusahaan, 29 di antaranya merupakan pabrik pipa las.

"Industri baja nasional sektor hulu dan hilir mampu menyerap 300.309 tenaga kerja dan memiliki kapasitas produksi sebesar 37 juta ton per tahun. Namun, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02% pada tahun lalu, pertumbuhan industri besi baja nasional hanya 4,35%," kata Putu.

Putu menambahkan, dengan diresmikannya pabrik dan penambahan mesin baru dari PT Spindo, maka jumlah perusahaan pipa baja ERW dan pipa baja spiral akan mencapai 6 perusahaan yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 ton per tahun dan menyerap 1.386 tenaga kerja.

"PT Spindo telah berinvestasi Rp150 miliar untuk men-support industri otomotif nasional. Dengan kebutuhan pipa baja untuk industri otomotif nasional sebesar 180.000 ton per tahun, adanya investasi ini akan memenuhi 60% kebutuhan baja di sektor otomotif nasional," tuturnya.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS