IMQ, Jakarta —
Siapa yang tidak kenal dengan Garuda Indonesia? Sepak terjangnya telah mendunia dan sekaligus Dinobatkan menjadi 'Perusahaan Bintang Empat' oleh Skytrax. Alhasil, peluang ini sebagai obat manjur pendobrak harga saham.
Gairah ini dijadikan kesempatan GIAA untuk mencatatkan perusahaan di lantai Bursa Efek Indonesia pada Februari 2011.
Menurut periset e-Trading Securities Teddy Dwitama, untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kompetitif, GIAA harus menciptakan jurus-jurus jitu. Akhirnya GIAA pun melahirkan tujuh jurus ampuh.
Ketujuh jurus yang lahir hasil perpaduan budaya dan cita rasa, yaitu:
1. Rute Domestik
GIAA melayani 32 tujuan dan menambah rute baru di kuartal pertama tahun ini. GIAA meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi 23.353 dibandingkan tahun sebelumnya hanya 18.876. Faktor kunci menggenjot pendapatan adalah meningkatkan rute domestik.
2. Rute Internasional
GIAA telah melayani jalur Asia, Australia, dan satu di Eropa, yakni Amsterdam. Garuda juga memiliki pasar mayoritas untuk Indonesia dengan rute Jepang dan pada 2010 di musim haji Garuda menerbangkan 120.000 penumpang. Di masa yang akan datang, Garuda bergabung dengan SkyTeam untuk memperluas jaringan rute internasional.
3. Penerbangan dengan Biaya Rendah
Citilink sebagai anak usaha Garuda untuk penerbangan biaya rendah juga menjadi bagian dari ekspansi GIAA masa depan. Strategi Citilink adalah fokus pada peningkatan kursi, faktor beban dan frekuensi biaya. Pada kuartal pertama di 2011, Citilink meningkatkan frekuensi penerbangan mereka dengan 58% dan beban faktor kursi 24,1%.
4. Armada
Perluasan dan peremajaan armada merupakan salah satu strategi GIAA untuk mendorong pertumbuhan. Pada kuartal I, GIAA telah meningkatkan total armadanya menjadi 85, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 73 armada. Termasuk 63 pesawat kecil, 14 pesawat widebody dan 8 pesawat untuk Citilink. Usia rata-rata pesawat menurun menjadi 7,92 tahun dari 10 tahun.
5. Merek
Merek merupakan salah satu kunci strategi Quantum Leap dengan menerapkan 28 Kontak Pelanggan untuk mengakses layanan online dari Garuda.
6. Disiplin Biaya
Disiplin biaya yang berfokus pada biaya restrukturisasi dan efisiensi penggunaan dana dibandingkan dengan maskapai lainnya. Sebab, ada tantangan besar dalam hal biaya untuk masa depan dengan naiknya harga minyak akan memberikan dampak signifikan pada biaya operasi. Kenaikan harga bahan bakar minyak sekitar 73,8% pada kuartal pertama.
7. Sumber Daya Manusia
Garuda menerapkan nilai-nilai kepada karyawan dengan 1 motto, 1 semangat, dan 1 tujuan yang berfokus pada Efisiensi & Efektif, Loyalitas, Transparansi, Kejujuran dan Integritas.
"Bila digabung menghasilkan lompatan kuantum yang dapat mendominasi pasar di Tanah Air," demikian riset Teddy yang dipublikasikan pada 1 Juni 2011 kepada IMQ.
Strategi ini berfokus pada beberapa faktor utama guna meningkatan pendapatan dan marjin untuk meremajakan armada merek terkemuka dan pertumbuhan Citilink.
"Tahun ini, GIAA akan fokus meremajakan merek terkenal guna mendorong pertumbuhan pendapatan Citilink," selorohnya.
Pasar penerbangan dengan biaya rendah bagi Citilink bertujuan untuk memperluas sayap mereka, serta bergabung dengan SkyTeam yang dapat meningkatkan citra perusahaan dan meningkatkan jumlah tujuan terbang Garuda.
GIAA memproyeksikan laba bersih pada tahun ini dapat kembali menembus angka Rp1 triliun. Perkiraan peningkatan laba hingga dua kali lipat lebih dari posisi 2010, ditopang oleh rencana peremajaan armada hingga penambahan jumlah pesawat. Bahkan, 150 armada dalam lima tahun ke depan akan tercapai.
"Saat ini, saham GIAA diperdagangkan pada harga buku (PBV) 1,9 kali," tulisnya.











