IMQ, Jakarta —
Seiring perkembangan situasi ekonomi yang semakin kondusif, pertumbuhan industri ritel pada tahun ini diprediksi bakal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh pengembangan usaha yang kian agresif sejalan dengan upaya perbaikan distribusi serta kemampuan pemerintah untuk mampu menurunkan laju inflasi, memelihara stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional sehingga menarik lebih banyak penanam modal asing di Indonesia.
Melihat peluang tersebut, salah satu perusahaan ritel terbesar PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) terus bergerak untuk melakukan ekspansi.
Menganggarkan alokasi belanja modal di tahun ini yang mencapai Rp250 miliar akan digunakan perseroan untuk pembangunan 8 gerai retail yang difokuskan di luar Pulau Jawa dengan membidik daerah di sekitar kawasan industri atau pabrik.
Selain itu perseroan juga akan melakukan pembukaan gerai pada kantong-kantong TKI di kota-kota besar di Pulau Jawa.
Dengan aksi korporasi itu, hingga akhir tahun ini RALS menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 10% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp4,78 triliun. Perseroan juga menargetkan laba bersih 15% dibandingkan dengan laba bersih tahun lalu.
Sementara untuk memberikan meningkatkan kepercayaan investor, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan menyepakati pembagian dividen sebesar Rp212,8 miliar atau setara dengan Rp30 per saham atau 60% dari laba bersih 2010 yang totalnya mencapai Rp357 miliar.
Head of Research eTading Securities Betrand Raynaldi mengatakan disetujuinya pembagian dividen dengan rasio pembagian dividen (Dividen Payout Ratio/DPR) sebesar 60% ini menghasilkan dividen yield sebesar 3,9%.
"Dilihat dari siklus core business-nya yang membidik penjualan barang ritel kebutuhan sehari-hari untuk segmen bawah-menengah, margin laba usaha 2010 RALS mencerminkan sebesar 6,11%, sedangkan margin laba bersih 2010 adalah 5,85%. Hal ini cukup kecil bila dibandingkan dengan BI rate 2010 yang senilai 6,5%," ungkapnya risetnya seperti yang dikutip IMQ di Jakarta.
Ke depannya, lanjutnya, dengan rencana perseroan yang akan melakukan ekspansi penambahan 8-10 gerai dengan target pertumbuhan pendapatan sebesar 10%, diharapkan dapat memberikan margin keuntungan yang lebih baik.
"Jika melihat sektor industri ini, saat ini PE Ramayana berada di sekitar 1,62x, di bawah rata-rata PE industri sejenis sebesar 29,97x," terangnya.
Dengan kinerja tersebut, analis merekomendasikan "buy" untuk untuk saham RALS dengan dengan target harga (TP) rata-rata senilai Rp911 per saham.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu (27/5), saham RALS ditutup di level Rp770 per saham, dengan volume sebanyak 8,62 juta lembar saham senilai Rp6,73 miliar.











