IMQ, Jakarta —
Menteri Perekonomian Hatta Radjasa mengungkapkan enam koridor ekonomi di empat lokasi dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga 2014 menelan biaya Rp4.000 triliun.
"Investasi ini pendanaannya berasal dari anggaran belanja modal (capex) BUMN dan foreign direct investment (FDI)," ujar Hatta dalam kata sambutannya pada peluncuran MP3EI di JCC, Jumat (27/5).
Diakuinya sebanyak 17 proyek baru yang terbentang dari Sumatera hingga Papua tengah dilakukan groundbeaking dengan menelan biaya Rp190 triliun. Sumber dananya berasal dari alokasi Kementerian BUMN dan FDI.
Peluncuran MP3EI ini diwarnai dengan dimulainya proyek-proyek groundbreaking yang pencanangannya akan dipusatkan pada empat tempat, yaitu Sei Mangke (Sumut), Cilegon (Jawa Barat), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika (Papua).
"Draft awal MP3EI melibatkan komite ekonomi nasional, kalangan dunia usaha, asosiasi dan berbagai pakar serta akademisi guna menyempurnakannya," paparnya.











