IMQ, Jakarta —
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) telah beroperasi di bidang jasa transportasi laut lebih dari 40 tahun. Melalui pengalaman dan didukung keahlian serta armada yang modern memberikan peluang peningkatan harga saham yang diramal menuju Rp480.
Inovasi yang dihadirkannya menjadikan WINS sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan “one stop solution” untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan.
Terletak di wilayah yang sangat strategis, Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi sumber daya alam yang baik. Dengan ditemukannya blok-blok migas baru oleh BP Migas, maka potensi pertumbuhan sektor migas masih sangat besar.
Menurut periset e-Trading Securities Sally Agustina, saat ini WINS sedang melakukan ekspansi, dengan menambah kapal-kapal penunjang kegiatan lepas pantai jenis Mid-High Tier, di mana kapal-kapal jenis ini memiliki tarif sewa yang lebih tinggi dengan pesaing yang relatif sedikit dibandingkan dengan kapal-kapal jenis low tier.
"Sehingga dapat memberikan margin laba yang lebih tinggi pula," ujar Sally dalam risetnya kepada IMQ, Selasa (24/5).
Baru-baru ini, WINS berencana membeli kapal jenis Multi Role Construction Support seharga US$14 juta. Kapal bernama Neptune Trident itu dibeli dari Neptune Marine Pacific Pte Ltd. Hingga akhir 2010, WINS memiliki 59 kapal. Namun, tiap tahunnya kepemilikan saham selalu bergeser.
Jumlah kapal low‐tier pada 2010 mengalami penurunan dari 79% menjadi 66% dari total kapal yang dimiliki. Untuk 2011, ia mengasumsikan kapal low tier menjadi 55% dari total kapal dimiliki.
"Saat ini WINS fokus pada penambahan kapal pada jenis Mid Tier dan High Tier, karena harga sewa per hari yang lebih tinggi dan margin laba lebih besar dengan pesaing yang relatif sedikit," terangnya.
Ditunjang dengan penambahan kapal jenis Mid-High Tier, ia meramal laba bersih WINS mencapai Rp120,135 miliar, yang didukung dari pendapatan sebesar Rp850,459 miliar.
Dengan metode DCF, asumsi WACC 10.80% dengan 2% terminal growth dan risk free rate 8%, maka harga saham wajar perseroan adalah Rp600 per saham. Namun, yang menjadi fokus adalah likuiditas perdagangan saham WINS, di mana rata-rata turnover harian (periode Januari-April) hanya sebesar 8,9 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp3.159 juta.
Dengan memperhitungkan faktor risiko tersebut, ia menetapkan target price satu tahun ke depan sebesar Rp480 per saham atau 20% diskon dari nilai wajar.
"Target price ini merefleksikan PER 2012 11.18 X dengan potensial upside sebesar 39%," sarannya.











