IMQ, Jakarta —
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (20/5) diyakini menguat dengan kisaran 3.840-3.867. Hal ini dilatarbelakangi fundamental pasar modal Indonesia yang sehat.
Menurut pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu Indraseno, secara teknikal indeks akan menunjukkan tren bullish sehingga perdagangan hari ini kecenderungan menguat dengan saham-saham papan atas sebagai motor penggerak.
"Lebih baik akumulasi saham-saham unggulan dalam hal ini blue chip," ujar JDW, begitu panggilan akrab Jimmy Dimas, dalam perbincangannya dengan IMQ, Kamis (19/5).
Ia mengakui saham-saham papan atas sudah tertekan beberapa pekan terakhir. Contohnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dari harga Rp7.000 menjadi Rp6.000 per lembar. Bahkan, saham Grup Astra, PT Telkom Tbk (TLKM), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga telah tertekan.
"Saya sarankan investor untuk memilih saham-saham dengan fundamental bagus yang relatif murah," ungkapnya.
Ia memperkirakan indeks mencoba 'break' di level 3.880 sebelum menuju 3.900. "Untuk itu, pilihan saham seperti KREN, BDMN, INKP, dan UNVR," ungkapnya.











