IMQ, Jakarta —
Wakil Ketua Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Irvan K Hakim mengungkapkan Indonesia akan mengantisipasi kenaikan harga bijih besi serta baja semi final yang diperkirakan terjadi pada kuartal ketiga.
"Indonesia akan ikut regional, sebab mereka sudah mulai menaikkan harga pada kuartal kedua ini," ujar Irvan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Rabu (11/5).
Ia mengungkapkan harga baja semi final dalam empat hari sudah mengalami kenaikan hingga 20%. Bahkan, beberapa negara seperti Turki, China, Korea dan India telah menaikkan harga bijih besi dan baja. Pasalnya, jika tidak diantisipasi sejak dini, biaya operasional akan membengkak.
"Harga baja diprediksi naik sekitar Juni-Juli. Bahkan, dalam lima hari saja, harga baja telah mengalami kenaikan, meski kemudian turun kembali," paparnya.
Saat ini, harga plat baja hitam baja berkisar US$750-800 per ton, sedangkan harga bahan baku pipa baja (CRC) sekitar US$800 per ton. Sementara kebutuhan baja nasional tahun ini mencapai 9 juta ton.











