IMQ, Jakarta —
IHSG gagal menutup akhir pekan dengan gemilang. IHSG sepekan terpaksa mengalami penurunan sebesar 30,06 poin, ditutup di level 3.789, bila dibandingkan penutupan pekan lalu pada level 3.819.
Menurut pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu, penurunan ini dipicu oleh sektor keuangan. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir sektor keuangan memimpin penguatan bila dibandingkan dengan sektor lainnya yang anjlok.
“Dalam satu pekan ini, sektor keuangan memimpin penurunan 11,7 poin, atau 2,28%,” ujar Jimmy Dimas, dalam riset akhir pekan kepada IMQ, Jumat (6/5).
Pria yang juga berprofesi sebagai Wealth Motivator ini membeberkan selain sektor keuangan, gagalnya indeks ditengarai karena pengaruhbsektor konsumen yang anjlok 3,4 poin, 0,31%, disusul sektor properti 3,1 poin, atau 1,5%, industri dasar anjlok 2,7 poin, atau 0,68%, infrastuktur turun 1,4 (0,17%), serta manufaktur yang terpeleset 0,4, atau 0,05%.
”Sedangkan sektor yang menguat sepekan seperti pertanian dengan menggapai 12,7 poin, atau 0,57%, pertambangan merona 12,5 poin, atau 0,38%, aneka industri pun menguat 8,7 poin, atau 9,86%, dan perdagangan 4,4 poin, atau 0,89%,” telisik JDW, begitu dia akrab dipanggil.
Selain itu, lanjutnya, sejumlah faktor eksternal pun cukup menyulitkan pergerakan indeks, seperti:
1. Keputusan The Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah dan data Jobless Claim yang meningkat 43.000 menjadi 474.000 dan merupakan level tertinggi selama 9 bulan terakhir yang menyebabkan menurunnya keyakinan konsumen di AS terhadap pemulihan ekonomi
2. Adanya kenaikan suku bunga dari Bank Sentral China dan Bank Sentral India untuk mengantisipasi lonjakan inflasi
3. Buruknya kinerja perusahaan di regional yang dapat dilihat dari turunnya laba dan tidak sesuai dengan ekspektasi pasar
4. Menurunnya harga komoditas disebabkan jatuhnya harga minyak hingga di bawah US$100/barel.
“Pergerakan IHSG pada minggu kedua bulan Mei, saya perkirakan akan mengalami rebound dengan range trading 3.781,17-3.849.3. Adapun koreksi maksimal IHSG berada pada level 3.743,83-3.774,56,”.
Beberapa pilihan saham untuk pekan kedua pada Mei 2011 berdasarkan metode ‘Buying Power' dengan Entry Point dan target harga, antara lain:
• ANTM (2.100 -2.150) target 2,350
• BDMN (6.050 – 6.100) target 6,700
• BBRI (6.050 – 6.100) target 6,650
• INKP (1.560-1.590) target 1.690











