IMQ, Jakarta —
Seiring bertumbuhnya sektor transportasi, kebutuhan kendaraan terus bertambah. Hal tersebut menjadi peluang bagi salah satu produsen ban, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) untuk terus memantapkan kinerjanya dan menghasilkan ban berkualitas terbaik.
Untuk memacu kinerjanya, perseroan terus berupaya memperluas pangsa pasarnya yang tidak hanya fokus pada pasar domestik saja, namun juga merambah ke pasar mancanegara, antara lain wilayah Amerika, Timur Tengah, Eropa dan Asia.
Sepanjang kuartal I tahun ini perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66 miliar atau tumbuh 20% dibandingkan dengan periode yang sama 2010 senilai Rp55 miliar.
Adapun penjualan perseroan tercatat meningkat 26% menjadi Rp657 miliar, dibandingkan dengan kuartal I 2010 senilai Rp521 miliar.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, dalam risetnya yang dikutip IMQ, Kamis (5/5), mengatakan perolehan laba bersih yang diterima MASA pada kuartal I tahun ini menggambarkan pertumbuhan kinerja yang solid. Perolehan laba bersih itu mencerminkan 28% dari target laba bersih 2011 senilai Rp240 miliar, sedangkan pertumbuhan penjualan sebesar 26% menjadi Rp657 miliar, mencerminkan pencapaian 21% dari target di sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 3,1 triliun.
Hal ini juga merupakan hasil dari peningkatan kapasitas pabrik. Untuk ekspansi tahap I dicanangkan target 22.500 unit ban mobil penumpang per hari dan 16 ribu ban motor per hari.
“Margin usaha perseroan berada pada level 12,1% pada kuartal I-2011,” tuturnya.
Sementara itu, Head of Research eTrading Securities, Betrand Raynaldi, mengatakan kenaikan laba bersih sebesar 20% yang diperoleh MASA selama kuartal I tahun ini merupakan hasil yang cukup memuaskan, mengingat industri ban saat ini sedang menghadapi tantangan berupa naiknya bahan baku karet sebagai bahan dasar ban.
“Namun dengan tingkat konsumsi yang cukup stabil, khususnya pada industri ban kendaraan roda dua yang cenderung meningkat, diharapkan dapat menahan peningkatan bahan baku ini,” tukasnya.
Menurut Bertrand, saat ini P/E MASA berada di level 11.76x dengan rata–rata industrinya sebesar 10.30x.
Dengan kinerja tersebut, analis merekomendasikan "buy" untuk saham MASA dengan target harga Rp478 per lembar saham.
Pada penutupan perdagangan kemarin (4/5), saham MASA ditutup di level Rp360 per saham, dengan volume sebanyak 9,44 juta lembar saham senilai Rp3,38 miliar.











