IMQ, Jakarta —
Samsung sepertinya tengah jatuh cinta dengan pasar Rusia. Buktinya, hanya dalam waktu dua hari, vendor asal Korea Selatan ini meluncurkan dua model ponsel secara berturut-turut.
Pada Rabu (13/4) kemarin Samsung memperkenalkan Galaxy S Plus setelah sehari sebelumnya Star II Duos yang dipertontonkan ke hadapan khalayak Negeri Beruang Merah itu.
Untuk pasar Rusia, Galaxy S Plus akan diberi nama Galaxy S 2011, meski untuk pasar lainnya namanya tetap sama.
Galaxy S teranyar ini disebutkan menyimpan prosesor 1.4GHz Snapdragon buatan Qualcomm di dalam tubuhnya yang berlabur warna hitam. Qualcomm MSM8255T yang dipakai dalam Samsung Galaxy S Plus bukanlah prosesor single-core mobile pertama yang memiliki kemampuan hingga 1.4GHz.
Prosesor ini juga dalam menyerap tenaga baterai sama dengan yang dipakai Samsung di beberapa modelnya, 1GHz CPU. Namun chipset anyar ini memanfaatkan Adreno 205 GPU.
Seperti dilansir GSMArena, Galaxy S Plus mengadopsi sistem operasi Android - 2.3 Gingerbread. Untuk layarnya masih sama, yaitu layar sentuh 4-inch Super AMOLED seperti yang dipakai varian Galaxy S lainnya.
Konektivitas ada tiga yang support dengan Android, yakni Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 3.0 dan GPS.
Bagi yang kebelet untuk memilikinya, sabar dulu karena untuk Rusia baru akan dipasarkan Mei mendatang dengan harga 21.990 rubel (US$781 / €539) atau sekitar Rp8 jutaan.











