IMQ, Jakarta —
Lembaga pemeringkat Pefindo mencatat ada beberapa peringkat bank nasional jauh di bawah peringkat Bank Pembangunan Daerah. Sebut saja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) yang mengantongi peringkat 'BB-'.
Menurut Direktur Pefindo, Salyadi Saputra, peringkat BPD didukung dari komitmen pemegang saham, yakni Pemerintah Daerah (Pemda) dengan menyuntikkan dana segar ke BPD. Selain itu, BPD gencar menerbitkan obligasi hingga obligasi subordinasi (subdebt).
"Mereka [BPD] tentunya sudah berpengalaman di obligasi, sehingga bisa langsung IPO, dan ini lebih mendukung perusahaan," ujar Salyadi di Jakarta, Kamis (7/4).
Istimewanya, lanjut Salyadi, BPD memiliki active funding yang tidak dimiliki oleh bank komersial lainnya. Selain itu, BPD juga memiliki pengetahuan yang kuat terhadap potensi daerah, dibandingkan dengan perbankan swasta yang berekspansi ke daerah.
"Bahkan, sesama BPD saling membantu bila seret likuditas yang diakomodasi oleh Asbanda," paparnya.
Saat ini, tantangan BPD adalah permasalahan GCG dan intervensi pemegang saham, khususnya Pemda.











