Jakarta (ANTARA) —
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2011 terjadi deflasi tertinggi dalam empat tahun terakhir sebesar minus 0,32 persen.
'Dalam catatan kami, Maret mencatat deflasi tertinggi dalam empat tahun terakhir, dahulu pernah deflasi tinggi pada April 2009 namun hanya 0,31 persen,' ujar Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga-harga komoditas terkait pangan secara nasional, seperti cabe merah yang menyumbang deflasi -0,23 persen dan beras sebesar -0,21 persen.
'Deflasi terjadi karena harga cabe merah selama Maret mengalami penurunan sebesar 30,5 persen demikian pula dengan harga beras yang turun sebesar 3,54 persen,' ujarnya.
Selain itu harga cabe rawit juga mengalami penurunan sebesar 19,57 persen sehingga menyumbang deflasi sebesar -0,07 persen dan bawang merah menyumbang deflasi -0,03 persen setelah mengalami penurunan harga 4,56 persen.
Sedangkan harga bahan kebutuhan pokok seperti telur ayam ras menyumbang inflasi 0,03 persen setelah mengalami kenaikan harga 4,56 persen pada Maret.
Selain itu, kenaikan harga bawang putih sebesar 5,12 persen menyumbang inflasi 0,02 persen dan harga emas perhiasan menyumbang inflasi 0,02 persen setelah mengalami kenaikan harga 0,71 persen.
Namun, Rusman menambahkan walau terjadi deflasi namun inflasi inti tetap menyumbang inflasi sebesar 0,25 persen sehingga keseluruhan inflasi inti yoy 4,45 persen.
Inflasi juga disumbangkan oleh kenaikan harga pertamax pada pertengahan Maret dari Rp8.100 menjadi Rp8.700, sebesar 0,01 persen.
'Kenaikan Pertamax tidak terlalu besar menyumbang inflasi karena pengguna Pertamax masih terbatas, masih banyak yang menggunakan Premium,' ujarnya.
Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-Maret 2011 tercatat 0,70 persen dan secara yoy ada penurunan 6,65 persen.
'Sebelumnya inflasi kalender tercatat 1,03 persen, namun dengan adanya deflasi sekarang laju inflasi di bawah 1 persen,' ujarnya.
Sementara dari 66 kota IHK, sebanyak 52 kota menyumbang deflasi dan 14 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi tercatat terjadi di kota Padang dengan -2,59 persen dan Dumai -2,34 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Jakarta, Bogor, Bandung, Sumenep dan Gorontalo masing-masing sebesar -0,01 persen.
Sementara sumbangan inflasi terbesar terjadi di kota Palu 0,67 persen dan Maumere 0,57 persen, inflasi rendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,01 persen.











