Sirte (ANTARA/Cihan) —
Sebanyak dua pewarta asal Turki hampir terkena serangan mortir di Libya dimana bentrok antara pasukan pemerintah dan pemberontak meningkat.
Peluru mortir jatuh sangat dekat dengan seorang koresponden kantor berita Cihan dan pewarta foto harian Zaman sewaktu mereka sedang meliput bentrokan di dekat kampung halaman pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Sirte.
Setelah itu para pewarta berlari bersama warga lain di sekitarnya karena mereka mendengar suara tembakan tersebut dan melompat ke atas truk bak terbuka milik pemberontak.
Sementara itu bentrok antara tentara pendukung Gaddafi dan pemberontak terus berlanjut di beberapa kota di negara Afrika utara tersebut.
Para pemberontak menembakkan mortir dan senapan mesin kelas berat untuk memukul mundur tentara pendukung Gaddafi yang mengambil alih kekuasaan di kota Bin Jewad dan mengusir para pemberontak.











