Jakarta (ANTARA) —
PT Shell Indonesia melalui ajang 'Shell Live Wire' melatih pengusaha muda Indonesia agar siap menjadi pemain global.
'Umumnya pengusaha muda Indonesia masih minim pengalaman untuk itu kami secara berkala menyelenggarakan pelatihan bisnis (business coaching),' kata Media Relations Mannager PT Shell Indonesia, Sri Wahyu Endah di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, mereka yang ikut serta dalam pelatihan bisnis sebelumnya merupakan pemenang dan finalis ajang seleksi pengusaha muda 'BusinesS Start Up Award' kemudian ditempa agar nantinya mampu menjadi pengusaha global.
Sri mengatakan, Shell Live Wire memiliki jaringan pengusaha muda sehingga dikalangan mereka dapat membangun jaringan dan sinergi atau dapat juga saling bertukar pengalaman dalam menjalankan bisnisnya.
Sri menjelaskan, seleksi di Indonesia sendiri sudah berlangsung tujuh tahun serta akan terus dilanjutkan pada tahun 2011 melalui 'Business Start Up Awards 2011'.
Dia mengharapkan, peserta yang akan ikut seleksi bertambah dari tahun lalu sebanyak 384 maka pada tahun 2011 menjadi tinggal 40 orang.
Seleksi dilaksanakan tim juri independen sebanyak enam orang, pihak Shell sendiri hanya menempatkan satu orang saja didalamnya, paparnya.
Penilaian didasarkan kepada kewirausahaan meliputi ide bisnis, inovasi, tujuan ddan motivasi pribadi, serta peserta haruslah yang baru dua tahun melaksanakan kegiatannya, papar dia.
Kemudian ada juga aspek situasi bisnis meliputi kinerja operasional, efisiensi, penjualan, pemasaran. Keuangan, sumber daya manusia. teknologi, dan hak intelektual, kata Sri.
Salah seorang juri, Triharsono yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPM) bidang Pengusaha Pemula, UKN, dan Koperasi mengatakan, melalui pelatihan bisnis ini para pengusaha akan diberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi.
Triharsono mengatakan, persoalan yang mereka hadapi sebagian besar bukan karena kekurangan modal, akan tetapi perencanaan bisnisnya untuk itu dalam pelatihan selalu mendatangkan pengusaha sukses serta ada bimbingan psikologi.
Triharsono mengataka, banyak dari pengusaha yang baru berkembang masih ragu-ragu dalam menapak selanjutnya, mereka harus tetap diberikan araha.
Shell Live Wire telah berhasil menerbitkan pengusaha muda sukses seperti dua wanita muda Andina Nabila Irvani dan Nerissa Arviana yang memiliki butik sepatu lukis.
Kemudian ada juga Rifqi Suprapto yang mengembangkan makanan dari ubi jalar. Dari produk ubi jjalar dibuat kripik, bolu kukus, donat, pizza, bahkan ice cream.
Produk ini di Yogyakarta mulai banyak penggemarnya terbukti outletnya di Universitas Muhamadiyah tidak pernah sepi pengunjung.
Kemudian Ariwibowo pemilik restoran 'Restdoor' yang menawarkan makanan murah (warteg) namun suasananya dibuat seperti restoran berbintang sehingga pengunjung merasa nyaman.
Kemudian juga ada Roihatul Jannah yang sukses memproduksi produk boncengan motor bagi anak kecil bahkan produknya telah lolos uji Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.











