Dumai (ANTARA) —
Kebakaran lahan semak di belakang Markas Polisi Sektor Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, telah menjalar ke sejumlah perkebunan sawit milik warga sementara petugas masih terus berupaya melakukan pemadaman.
Juru bicara Kepolisian Resor (Polres) Kota Dumai, Ajun Komisaris Polisi Suwarji AK, Kamis, kepada ANTARA di Dumai, mengatakan, kebun sawit warga yang terbakar diperkirakan sudah lebih 40 hektare, sementara lahan semak belukar hanya lima hektare.
Saat ini, kata dia, petugas kepolisian bersama dengan pemerintah kecamatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Manggala Agni dan petugas dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) masih terus melakukan upaya pemadaman api.
'Kerugian atas kebakaran ini belum kita rinci, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena rata-rata lahan sudah ditanami sawit yang mulai berbuah,' kata dia.
Menurut Suwarji, mentari yang terik dan tiupan angin yang kian kencang membuat api dengan mudah dan cepat menjalar.
'Namun anggota berusaha untuk membantu melokalisir kebakaran. Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran juga sudah dikerahkan oleh pemerintah setempat termasuk salah satunya mobil pemadam milik PT Wilmar Grup,' jelasnya.
Siaga
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kebakaran lahan di wilayah lain, kata dia, pihaknya menerjunkan lebih dari 20 personel yang akan bersiaga dan melakukan pemantauan secara rutin.
'Khusus di lokasi Medang Kampai, pengamanan langsung dikomandoi oleh jajaran polsek setempat. Kira-kira di sana ada sekitar 30 anggota yang juga ikut membantu proses penyelamatan kebun warga,' terang dia.
Kebakaran yang terjadi menurut Suwarji, disebabkan kelalaian manusia. Agar peristiwa ini tidak terulang, diharapkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.
'Salah satunya dengan tidak membakar lahan saat melakukan perluasan, serta bertindak sigap ketika melihat api di suatu lahan atau perkebunan,' kata dia.
Penyelamatan dini pada kasus kebakaran lahan, menurut Suwarji, sangat dibutuhkan agar api tidak terlanjur meluas dan sulit untuk dipadamkan.
'Seperti yang terjadi saat ini di Medang Kampai, api terus meluas hingga masuk ke wilayah yang sulit ditembus mobil pemadam kebakaran,' kata dia.
Kondisi ini tentu sangat menyulitkan petugas pemadam kebakaran yang berupaya melakukan pemadaman api disana, katanya.
Asap Meluas
Pantauan ANTARA, meluaskan kebakaran di Medang Kampai membuat kabut asap bercampur abu sisa kebakaran tersebut juga kian meluas hingga radius belasan kilometer dari lokasi lahan terbakar.
Kondisi tersebut dikesalkan oleh sejumlah warga sekitar.
'Kita mengharapkan polisi dapat menangkap pelakunya kalau kebakaran ini ternyata disengaja, karena asapnya sudah sangat mencemari udara dan merugikan masyarakat banyak,' kata warga sekitar, Rukiyah (23).
Sebelumnya, kabut asap bercampur abu yang diduga sisa kebakaran lahan semak belukar di Jalan Wan Amir, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Barat, juga telah menyelimuti sebagian wilayah perkotan.
Seorang warga di Jalan Wan Amin, Diana, mengatakan, kabut asap sisa kebakaran semak belukar itu juga sempat dirasa kian menyengat dan perih dimata.
'Kita harapkan pemerintah segera bertindak karena kebakaran sudah dimana-mana,' kata wanita berusia 36 tahun ini.
Kepala Bidang Kehutanan di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai, Hadiono, mengatakan, pihaknya masih terus dilakukan upaya pemadaman api dilahan semak dekat Kantor Posek Medang Kampai.
Sementara untuk mengantisipasi kemunculan api di lahan terbakar sebelumnya yang berlokasi di Jalan Wan Amir, Kelurahan Bukit Timah, Dumai Barat, Hadiono mengaku masih mensiagakan beberapa petugas.
'Penempatan petugas ini untuk memantau kemungkinan kembali bermunculannya api mengingat cuaca masih panas,' kata Hadiono.











