Jakarta (ANTARA) —
Pengamat terorisme, Muhammad Nasir Abbas, mengingatkan kaum muda atau kalangan remaja mewaspadai adanya orang-orang atau kelompok-kelompok yang ingin memanfaatkan mereka untuk terlibat dalam aksi terorisme.
'Saya mengajak agar remaja mewaspadai diri dan akan merugikan diri sendiri jika remaja terlibat aksi teror. Keterlibatan remaja dalam aksi terorisme harus diwaspadai. Ada di antara orang-orang yang ingin melakukan aksi dengan memanfaatkan remaja,' katanya saat menjadi pembicara dalam satu diskusi di Bekasi, Kamis.
Dalam diskusi interaktif Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Barisan Kemerdekaan dan mengambil tema 'Masih Perlukah Mewaspadai Ancaman Terorisme Pasca-Tertangkapnya Jaringan Terorisme di Aceh dan Keterlibatan Remaja dalam Aksi Terorisme' itu, Nasir Abbas mantan anggota Jamaah Islamiyah ini menolak keras stigma bahwa Islam itu adalah teroris.
Dirinya mengingatkan agar umat Islam tidak latah dan lekas marah jika dituding sebagai teroris.
'Jangan sampai kita terjebak dan ikut-ikutan dalam aksi yang justru merugikan umat Islam. Sekarang ada stigma umat Islam adalah teroris, barangkali karena umat Islam sendiri yang latah. Lekas marah ketika dituduh melakukan aksi teror,' ujarnya.
Dikemukakannya pula bahwa jika benar Amerika Serikat melakukan kekerasan terhadap warga sipil, maka Amerika itu teroris. 'Lalu mengapa kita melakukan hal yang sama dengan membunuh warga sipil secara massal. Ini menjadi pembenaran bagi orang yang tidak suka kepada Islam,' tambahnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Forum Islamic Center, Ahmad Syafii Mufit mengingatkan agar semua pihak berhati-hati dan tidak termakan bujuk rayu untuk ikut serta dalam aksi terorisme. Apalagi aksi terorisme justru cenderung merusak citra Islam di mata dunia.
Dirinya mengajak semua pihak untuk dapat membedakan antara mengedepankan semangat jihad dan emosi semata. 'Kalau kita tidak memiliki pandangan luas dan hanya berdasar pada semangat maka hanya mengedepankan nafsu amarah dan mudah dipelintir dan dikendalikan setan. Kita harus hati-hati dan jangan mudah terbujuk dan terpengaruh oleh pikiran yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Kita harus mewaspadai gerakan teror karena itu merusak citra Islam. Tangan-tangan yang tidak jelas sangat berbahaya dan menghancurkan ajaran Islam,' katanya.
Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono menilai bahwa jihad diwajibkan dalam Islam, tapi terorisme tidak dibenarkan dalam Islam. Dirinya juga mensinyalir ada gerakan-gerakan tertentu mengajak remaja untuk ikut dalam kegiatan teror.
'Tidak mustahil kelompok yang ingin membuat kekacauan melakukan itu. Terorisme menurut MUI diharamkan,' kata Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag yang juga aktif di MUI ini.











