Padang (ANTARA) —
Palang Merah Indonesi (PMI) mempunyai sebanyak 11 unit helikopter dalam penanggulangan bencana yang terjadi di tanah air.
'Saat ini PMI telah memiliki sebanyak 11 unit dalam penanggulangan bencana yang sering terjadi di tanah air,'kata Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Pusat, Muhammad Muas, SH, di Padang, Kamis (31/3).
Menurutnya, sangat membutuhkan sebuah helikopter untuk memperlancar aktivitas penanggulangan bencana di wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau ini.
'Sehingga bisa mempercepat proses evakuasi korban saat terjadi bencana,serta distribusi bantuan bagi korban bencana,'katanya.
Dia menambahkan, ada enam wilayah terdapat gudang-gudang besar penyimpan barang bantuan untuk korban bencana.
'Sumbar termasuk rawan bencana juga telah memiliki gudang penyimpan barang bantuan untuk korban bencana,'katanya.
Dia mengatakan, selaian ada gudang logistik didaerah rawan bencana, juga ditempatkan kontainer untuk energi listrik berkapasitas 600 KW.
'Saat terjadi bencana lampu padam kontainer untuk energi lsitrik tersebut dapat dipergunakan,'katanya.
Dia menambahkan, disamping itu PMI juga menambah beberapa unit mobil hagglunds (kendaraan yang dapat melaju di segala medan) di daerah rawan bencana.
'Kendaraan hagglunds, dipastikan mampu menerobos jalan atau daratan yang digenangi air dengan batas ketinggian tak lebih dari satu meter. Hagglunds juga dilengkapi dengan sebuah perahu karet siap pakai,'katanya.
Tempat terpisah, Ketua PMI Sumbar, Marlis Rahman mengatakan ketika terjadi gempa disusul gelombang tsunami di Kabupaten Kepuluan Mentawai, PMI Sumbar mengirimkan tenaga relawan dokter
'Relawan medis dikirimkan tersebut untuk membantu pengobatan korban tsunami yang terjadi di Mentawai,'katanya.
Dia menambahkan, PMI juga membangun sebanyak 516 unit rumah hunian sementara (Huntara) dengan luas 4x6 meter bagi para pengungsi korban tsunami Mentawai.
Pembangunannya Huntara tersebut dipusatkan di tiga titik relokasi korban, yakni kilometer 27, 37 dan 41 di Pagai Selatan Kabupaten Kepuluan Mentawai.
'Huntara sebanyak 516 unit tersebut telah selesai dibangun, korban tsunami Mentawai telah menempati,'kata Marlis Rahman.











