Jakarta (ANTARA) —
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sepanjang 2010 mencatat pendapatan usaha Rp19,766 triliun atau naik dibandingkan 2009 sebesar Rp18,024 triliun.
Dalam siaran pers yang diterima ANTARA Kamis, disebutkan laba usaha sebesar Rp9,036 triliun atau naik dibandingkan 2009 Rp7,676 triliun. Sedangkan perolehan laba bersihnya naik tipis menjadi Rp6,239 triliun dibandingkan 2009 Rp6,229 triliun.
'Pencapaian kinerja keuangan ini terutama diperoleh dari hasil peningkatan volume penjualan gas pada usaha distribusi selama 2010 yang mencapai 824 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) atau meningkat sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar 792 MMSCFD,' kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso.
Peningkatan volume ini didorong oleh adanya peningkatan kebutuhan dan penyerapan gas oleh pelanggan industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik. Pada bidang usaha transmisi, volume penyaluran gas turut mengalami kenaikan sebesar 9 persen atau dari 767 MMSCFD pada 2009 menjadi 836 MMSCFD di tahun 2010.
Menurutnya di tahun 2010, Perseroan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan gas domestik yang salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) pasok gas LNG antara Mahakam PSC (Total E&P Indonesie, Inpex Corporation dan PT Pertamina (Persero)) dengan PT Nusantara Regas (Joint Venture PGN dengan Pertamina) dengan volume sebesar 11,75 juta ton dan berjangka waktu 11 tahun.
Pasok gas ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan gas bumi di wilayah Jawa Bagian Barat khususnya sektor pembangkit listrik.
Sedangkan untuk tahun 2011, perseroan terus berupaya untuk menambah kontrak pasok gas baru. 'Pemenuhan permintaan gas bumi domestik merupakan komitmen utama kami. Upaya ini tentunya memerlukan dukungan dari Pemerintah dalam mengalokasikan pasok untuk pengguna gas di dalam negeri dari berbagai sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,' katanya.











