Jakarta (ANTARA) —
Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menyatakan, pihaknya bertekad melahirkan pemimpin masa depan yang cerdas, cepat berpikir dan cepat ambil keputusan atau tindakan.
'Pemimpin yang dibutuhkan di masa depan adalah yang cerdas, cepat berpikir dan cepat ambil keputusan atau tindakan,' katanya saat mencanangkan gerakan pemantapan dua juta kader di DPP Partai Hanura di Menteng Jakarta Pusat, Kamis.
Wiranto mengatakan, seburuk-buruknya keputusan seorang pemimpin adalah lebih bagus daripada tidak ada keputusan. Dia mengatakkan, pemimpin yang dibutuhkan di masa datang adalah yang bisa cepat berpikir dan cepat ambil keputusan.
Pemimpin masa depan harus mampu menyeimbangkan antara pemikiran dan keputusan atau tindakan.
Dalam melakukan pengkaderan pemimpina, Hanura akan memilih kader yang cerdas dan militan serta setia, bukan kader yang diam saja sambil menunggu pendaftaran caleg. Kader Hanura harus kedepankan PBB (peduli, berbuat dan bertanggungjawab),' katanya.
Wiranto prihatin, banyak pemimpin di daerah yang dipilih rakyat, bermasalah dengan hukum. Karena itu, Hanura hadir untuk melakukan terapi terhadap bangsa ini.
'Hanura ingin perubahan dan kekuatan yang besarlah yang mampu menghadirkan perubahan,' katanya.
Dia mengatakan, Hanura sedang membangun gerakan. Tetapi Hanura tak akan mampu mewujudkan perubahan kalau tidak solid.
Partai Hanura sudah merancang berbagai strategi, termasuk menyiapkan dua juta kader untuk menghadapi Pemilu 2014.
Dua juta kader
Pencanangan pemantapan dua juta kader dilakukan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto di Kantor DPP Hanura di Menteng Jakarta Pusat, Kamis.
Bersamaan dengan pencanangan program pemantapan kader, Wiranto juga melantik pengurus Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Partai Hanura.
Para anggota Fraksi DPR RI serta ketua DPD dan DPC Hanura. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Chandra Saragih, kegiatan lain yang akan secara rutin diselenggarakan, yaitu peresmian diskusi bulanan.
Partai Hanura untuk pertama kali mengikuti Pemilu 2009 dan memperoleh 3,7 juta suara. Hal itu menempatkan Hanura sebagai salah satu partai yang mampu meloloskan kadernya ke DPR RI sekaligus berhak membentuk fraksi tersendiri.
Partai Hanura hingga kini tetap konsisten sebagai oposisi terhadap pemerintah. Partai Hanura memiliki tiga tingkatan pengkaderan, yaitu teritorial, regional dan nasional.











