Pekalongan (ANTARA) —
Ketua Kontingen Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, Muhammad Febriyanto, yang masih dirawat di Rumah Sakit Ho Chi Minh City, Vietnam mengaku kepada orang tuanya bahwa tenggorokannya masih sakit saat minum dan makan bubur.
'Rabu (30/3) malam, Febriyanto menelepon saya dan menyatakan jika tenggorokannya masih sakit saat minum dan makan bubur. Namun, untuk mempercepat kesembuhan penyakit yang dideritanya kami sarankan Febriyanto harus makan dan minum meski harus dilakukan perlahan,' kata Dewi Pangestuti, orang tua Febriayanto, di Pekalongan, Kamis.
Ia mengatakan, secara medis kondisi kesehatan Febriyanto mulai membaik jika dibandingkan dengan saat awal mendapatkan perawatan di rumah sakit itu.
Febriyanto yang mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Undip Semarang itu terserang radang paru-paru akut saat bersama tim PSM Undip Semarang mengikuti lomba di Vietman beberapa waktu lalu. Ia kemudian mendapatkan perawatan tim dokter Rumah Sakit Ho Chi Minh City Vietnam, sejak 16 Maret 2011.
'Kami menerima informasi jika Febriyanto bisa pulang ke Indonesia, Senin (4/4) depan. Namun, apakah nantinya turunnya di Semarang atau Jakarta, kami belum tahu persis,' katanya.
Ia mengaku, anaknya sejak kecil mengidap radang para-paru akut sehingga saat dirinya lelah atau menghadapi suhu udara yang tidak cocok memungkinkan penyakit itu kambuh.
'Sejak usia tiga hingga 10 tahun, penyakit yang diidap Febriyanto sering kambuh tetapi bisa cepat disembuhkan. Namun, penyakit itu kambuh dengan kondisi cukup parah saat akan mengikuti paduan suara di Vietnam,' katanya.
Ia menyatakan berterima kasih kepada Universitas Diponegoro Semarang dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Vietnam karena telah membiayai pengobatan dan pemulangan anaknya ke Indonesia.
'Dari informasi, biaya pengobatan Febriayanto di Hospital Ho Chi Minh, Vietnam telah mencapai Rp200 juta,' katanya.











