Yogyakarta (ANTARA) —
Mantan KSAD Jendral (purn) Ki Tyasno Sudarto menegaskan, isu tentang dirinya terlibat dalam Dewan Revolusi Islam (DRI) hanyalah fitnah dan upaya adu domba untuk memecah belah sesama anak bangsa.
'Jadi saya tidak tahu menahu pembentukan Dewan Revolusi Islam (DRI) dan tidak pernah dikonfirmasi serta tidak mengetahui pencantuman nama saya dalam DRI,' kata Ki Tysno Sudarto yang juga Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa di Kompleks Pendopo Tamansiswa Yogyakarta, Kamis.
Ketika memberikan klarifikasi tentang pemberitaan DRI yang melibatkan dirinya, Ki Tyasno Sudarto mengatakan, dirinya tidak mengetahui pembentukan DRI apalagi dikonfirmasi dalam kabinet yang dengan jabatan Menteri Pertahanan.
'Saya tegaskan bahwa isu yang menyangkut saya secara pribadi tidak terkait dengan keberadaan Tamansiswa yang kini saya pimpin. Tamansiswa adalah perguruan kebangsaan yang tidak membedakan anak bangsa. Tidak mungkin kami akan berpihak pada satu golongan tertentu atau bahkan memusuhi golongan tertentu,' katanya.
Menurut dia, isu yang dilontarkan kepadanya hanya isu sampah yang tidak terbukti kebenarannya, dan tidak ada harganya sama sekali. Isu itu hanya pepesan kosong yang tidak perlu ditanggapi.
'Karena itu saya mengimbau seluruh komponen masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu semacam itu karena tujuannya untuk mengadu domba antaranak bangsa,'katanya .
Pada kesempatan itu, Tyasno Sudarto juga membantah isu para jenderal purnawiran termasuk dirinya akan melakukan kudeta kepada pemerintahan yang sah.
'Saya sebagai purnawiran membantah tegas isu tersebut, termasuk isu mendukung gerakan untuk menciptakan keresahan di Cikeusik serta aksi pembubaran Ahmadiyah. Semua itu adalah tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Gerakan-gerakan ormas Islam tersebut tidak ada hubungannya dengan kepentingan purnawirawan jenderal yang kritis terhadap pemerintah,' katanya.
Ia mengatakan, perjuangannya selama ini adalah perjuangan dalam rangka menegakkan Pancasila dan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Indonesia adalah semua untuk semua dan bukan milik golongan tertentu.
'Hal-hal yang berkembang selama ini merupakan upaya adu domba untuk memecah belah sesama anak bangsa. Sehubungan dengan itu kita semua harus mawas diri dan jangan sampai terkecoh oleh isu yang menyesatkan,' katanya.











