Sleman (ANTARA) —
Pembangunan tempat hunian sementara (shelter) atau bagi korban bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini telah mencapai 91 persen atau 2.356 unit dari 2.613 unit yang direncanakan.
'Dari 2.356 unit `shelter` yang siap dihuni tersebut, saat ini yang sudah ditempati sekitar 81 persen atau 1.899,' kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat menerima penyerahan bantuan pembangunan 'shelter' dari jajaran Kodam IV Diponegoro di Dusun Kuwang, Argomulyo, Cangkringan, Kamis.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan pembangunan 'shelter' bagi korban bencana erupsi Gunung Merapi ini akan selesai pada akhir Januari 2011, kemudian karena berbagai kendala target tersebut tidak dapat tercapai dan diundur hingga pertengahan Februari 2011.
Terget ini kembali diundur setelah pada pertengahan Februari 2011 baru sekitar 50 persen 'shelter' yang sudah jadi, sehingga kembali diundur hingga akhir Maret 2011.
Sri Purnomo mengatakan, erupsi Merapi 2010 menyebabkan kerusakan dan kerugian yang ditaksir mencapai Rp5,407 triliun lebih.
'Erupsi Merapi juga telah meluluhlantakkan lebih dari 31 dusun di lima desa Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman serta sebanyak 2.613 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya,' katanya.
Menurut dia, selain itu bencana skunder Gunung Merapi berupa banjir lahar dingin telah mengakibatkan kerusakan 142 unit rumah warga, empat orang korban luka dan kerusakan sarana dan prasarana lingkungan seperti jembatan, bendung, gorong-gorong dan jalan desa.
'Selain itu juga mengakibatkan sebagian sumur warga di Cangkringan dan Ngemplak tercemar lumpur dan bau belerang sehingga tidak dapat digunakan, sampai saat ini nilai kerugian akibat banjir lahar dingin mencapai Rp92,87 miliar,' katanya.
Ia mengatakan, bagi masyarakat keberadaan rumah sebagai tempat aktifitas keluarga merupakan kebutuhan utama.
'Bahkan mereka tidak dapat beraktifitas yang lain dengan nyaman sebelum mereka merasa nyaman dan aman dalam menjalankan kehidupan keluarga,' katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan dari para donatur termasuk Kodam IV Diponegoro sangat membantu pemerintah Kabupaten Sleman dalam menyediakan hunian sementara bagi korban bencana Merapi.
'Pemerintah dengan didukung TNI serta segenap komponen masyarakat lainnya telah membangun hunian sementara bagi 2.613 KK korban erupsi Merapi yang kehilangan rumah tinggalnya, kami sangat berterimakasih atas dukungan dari TNI dan seluruh donatur,' katanya.











