Jambi (ANTARA) —
Tokoh masyarakat Kumun Basyarin yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Kerinci mengingatkan desa Ulu Air yang berada di kecamatan Kumun-Debai kota Sungaipenuh saat ini terancam bisa hanyut tergerus banjir bandang.
'Desa ulu air dan beberapa desa di sekitarnya di kecamatan Kumun-Debai kini kondisinya sangat rawan dan terancam bisa hanyut jika saja terjadi hujan lebat dan banjir bandang di Sungai Kumun yang melewati desa tersebut,' terang tokoh masyarakat Kumun yang juga kepala BPKD Kerinci itu, di Kerinci, Kamis.
Hal itu dipicu oleh telah rusaknya lingkungan sungai akibat terus terjadinya aktivitas penambangan Galian C di Sungai Kumun yang berkarekter sungai air deras tersebut.
Dikatakannya, aktivitas penambangan Galian C berupa batu, kerikil dan pasir di sungai Kumun yang terus menerus dilakukan kelompok masyarakat penambang hingga saat ini sudah sampai pada tahap mengkuatirkan, karena penambangan ini telah mengurangi bahkan menghilangkan pelindung atau benteng alam berupa bebatuan, kerikil dan pasir dari sungai tersebut.
'Kini sungainya dalam kondisi kritis, batu-batu yang ada di sungai tersebut telah habis ditambang warga, bebatuan yang selama ini merupakan penahan alami terjangan arus sungai Kumun yang deras kini telah diekslpoitasi habis-habisan oleh warga setempat,' terangnya.
Menurut Basyarin, dirinya sudan mengingatkan masyarakatnya juga telah meminta kades untuk segera bertindak menghentikan atau melarang aktivitas penambangan Galian C di sungai itu, namun hal tersebut belum bisa efektif menahan hasrat masyarakat karena memang tidak ada Perdes tentang hal tersebut di Kumun.
Desa Ulu Air, memang desa yang berada di sepanjang aliran sungai Kumun yang berada di lereng pebukitan. Sungai tersebut selama ini debit airnya sangat tergantung pada hujan, jika terjadi musim hujan maka debit airnya akan sangat besar dengan arus yang sangat kuat menerjang sisi-sisi bantaran sungai.
Karena topografi alam yang berada di lereng pebukitan itulah desa tersebut berada dalam zona bahaya bagi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.
'Karena itulah kita mengimbau agar warga setempat bisa senantiasa waspada terhadap gelagat yang muncul di arus air sungai yang melintasi desanya. Pasalnya kini sungai tersebut sudah tidak lagi berpelindung, arus airnya akan langsung menerjang desa kalau tiba-tiba debit air tiba-tiba naik akibat hujan yang masih terus turun di Kerinci saat ini,' tegasnya.
Pemerintah kota Sungaipenuh juga diharapkan dapat senantiasa memantau perkembangan yang terjadi di desa berpenduduk sedikitnya 2.000 jiwa tersebut.











