London (ANTARA/IRNA-OANA) —
Para juru kampanye perdamaian dan pendukung Palestina mengadakan unjuk rasa di pusat London pada Rabu untuk menyatakan Presiden Israel Shimon Peres sebagai penjahat perang dan menuntut penahanan dirinya atas pelanggaran HAM di Palestina.
Demonstrasi diadakan di luar Institusi Kerajaan untuk Urusan Luar Negeri di Chatham House, tempat Peres berbicara dalam konferensi satu hari mengenai 60 Tahun Hubungan Diplomatik Inggris-Israel, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Unjuk rasa itu didukung oleh kelompok 'Friends of al-Aqsa' dan Kampanye Solidaritas Palestina serta organisasi perdamaian lainnya.
Peres merupakan presiden Israel kesembilan dan juga pernah menjabat dua kali sebagai perdana menteri serta anggota dalam 12 kabinet dari karir politiknya selama 66 tahun.
Pembicara lain dalam konferensi tersebut termasuk kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Uri Arad yang sebelumnya dilarang memasuki Amerika Serikat dan diperkirakan menjadi duta besar Israel untuk London.
Pekan ini, para anggota legislatif Inggris diperkirakan mengambil suara untuk amandemen kontroversial terhadap jurisdiksi universal yang akan membuat para pemimpin Israel lebih sulit ditahan atas kejahatan perang ketika berkunjung ke Inggris.











