Islamabad (ANTARA/IRNA-OANA) —
Seorang polisi dan enam orang lainnya tewas dalam satu serangan bunuh diri di Pakistan barat laut pada Rabu, kata para pejabat.
Pelaku pemboman meledakkan bomnya ketika para pendukung satu kelompok Islam menuju ke satu pertempuan umum di kabupaten Swabi di provinsi Khyber Pakhtoonkhwa, koordinator kabupaten itu Jababr Shah mengatakan.
Shah mengatakan bahwa seorang perwira polisi, Sardar Ali, dan enam orang lainnya tewas sedangkan beberapa orang lainnya juga terluka.
Pelaku pemboman itu menargetkan para pendukung oposisi Jamiat-e-Islam (JUI-F) yang dianggap sebagai pro-Taliban.
Sumber-sumber partai mengatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk menghantam kepala JUI, Maulana Fazal-ur-Rahman, yang konvoinya melewati daerah itu beberapa menit sebelum serangan.
Para pejabat mengatakan bahwa pemimpin Jui aman dalam serangan tersebut. Yang terluka dibawa ke rumah sakit di Peshawar, ibu kota provinsi. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Perdana Menteri Syed Yusuf Raza Gilani mengutuk keras ledakan di persilangan Swabi itu di mana beberapa orang yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.
Dia mengatakan bahwa serangan itu adalah tindakan tidak manusiawi dari para gerilyawan garis keras yang tidak memiliki perasaan kemanusiaan atau agama.
Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat merusak upaya pemerintah upaya untuk melenyapkan ancaman ekstremisme dan militansi di negara tersebut.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersatu melawan elemen-elemen seperti itu dan melakukan upaya-upaya perlawanan.
Perdana Menteri memerintahkan pihak berwenang untuk segera menyediakan fasilitas medis terbaik bagi para korban yang terluka.











