London (ANTARA/AFP) —
Asamoah Gyan mengakui ia amat kaget ketika mencetak gol bersejarah pada akhir permainan sehingga Ghana secara dramatis menyudahi permainan imbang 1-1 lawan Inggris pada pertandingan persahabatan di Wembley, Selasa malam waktu setempat.
Gyan menjaringkan gol Ghana lewat serangan sendiri pada menit akhir, setelah sebelumnya Inggris unggul melalui gebrakan Andy Carroll pada babak pertama untuk tim asuhan Fabio Capello itu.
Striker Sunderland itu menjadi perhatian seluruh dunia ketika menyia-nyiakan tendangan penalti untuk Ghana pada semi final Piala Dunia tahun lalu, karena diberi kesempatan menendang dari titik putih ketika melawan Uruguay karena 'handball' Luis Suarez.
Tetapi Gyan tidak terganggu dengan kesalahan fatal itu dan berusaha keras untuk membuahkan gol untuk Ghana dan usahanya itu berhasil, merupakan gol pertama Ghana atas Inggris di hadapan 20.000 pendukungnya yang berada di stadion nasional Inggris.
Pemain berusia 25 tahun itu dengan mudah mengecoh pemain bertahan Inggris Joleon Lescott sebelum menendang ke bagian pojok gawang yang dikawal Joe Hart. .
Gol itu luar biasa tetapi Gyan menyatakan ia tidak yakin dengan apa yang sudah diperbuatnya.
'Saya berlari berkelok-kelok tetapi jujur saja, saya tidak tahu dengan apa yang saya perbuat. Saya hanya berusaha menjaga bola tetap bersama saya,' katanya.
'Pemain bertahan Inggris amat cerdas, tetapi mereka tidak tahu kalau saya menggiring bola dengan cepat. Saya kira mereka akan mendorong saya agar terjatuh, tetapi mereka tidak melakukannya. Saya mendapat kesempatan dan peluang itu tidak saya sia-siakan,' katanya.
'Gol ini rasanya amat bersejarah--ini gol pertama kami ke dalam gawang Inggris,' katanya.
'Rasanya amat fantastik dapat mencetak gol. Ini pertama kali kami tampil di Wembley. Kejadian seperti ini merupakan impian bagi tim mana saja pun, terutama bagi Ghana,' katanya.
'Kami sudah menunggu lama sekali untuk dapat bermain di Wembley. Banyak orang Ghana mempertanyakan, mengapa tim nasional mereka tidak berusaha melawan Inggris,' katanya.
'Sekarang kami memiliki kesempatan itu dan kemi mencetak gol penting. Ini amat amat penting bagi rakyat Ghana dan untuk semua para pendukung kami di sini,' katanya.
Gol Ghana sehingga kedudukan sama, merupakan hadiah atas keteguhan mereka di lapangan, padahal mereka dalam kondisi lelah setelah bermain dalam babak penyisihan Piala Afrika melawan Kongo dua hari sebelumnya.
Perjuangan
Ghana tampil dengan penuh perjuangan baik dalam bertahan mau pun menyerang, sehingga pertandingan berakhir dengan seri, sedangkan Gyan tetap menyatakan gol itu terjadi karena mereka sedang beruntung.
'Pertandingan amat menakjubkan. Inggris mendominasi pertamainan tetapi kami dapat menahan permainan menjadi imbang,' katanya.
'Jujur saja, seharusnya mereka pantas menang karena mereka mendominasi permainan dan lebih banyak menguasai bola ketimbang kami. Mereka juga bermain lebih bagus dari kami,' katanya.
Gyan mengakui, Ghana mengalami semacam perasaan grogi pada babak pertama penampilan mereka di Wembley.
Mereka menunggu beberapa waktu untuk dapat bermain tenang melawan Inggris yang tidak diperkuat tujuh pemain inti mereka yang mengalahkan Wales Sabtu, tetapi Gyan bangga dengan semangat teman-temannya.
'Kami menginginkan bola dan kami berjuang. Rasanya amat sulit pada awalnya, tetapi akhirnya kami bermain tenang dan biasa dan dapat bergerak lebih baik dan bahkan melewati barisan bertahan mereka,' kata Gyan.
'Kami bekerja keras memenangi pertandinan ini dan itu tidak terjadi dengan cepat. Kami bukan musuh Inggris tetapi kami ingin menunjukkkan dapat menundukkan mereka,' katanya.
'Mereka merupakan lawan kuat. Kami amat gembira dengan hasil seri ini, kendati memiliki beberapa peluang bagus pada babak pertama dan mengulangnya lagi pada babak kedua,' katanya.











