Jakarta (ANTARA) —
Ekonom Standard Chartered Eric Sugandi memprediksi Maret 2011 dapat ditandai dengan adanya deflasi sebesar minus 0,1 persen karena di beberapa daerah mulai memasuki masa panen.
'Maret bisa deflasi minus 0,1 persen karena beberapa daerah mulai masa panen,' ujarnya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, penerapan bebas bea masuk impor melalui PMK 241 juga menekan harga beberapa komoditas terkait pangan sehingga dapat menyumbang deflasi.
Selain itu, lanjut dia, penguatan rupiah dalam beberapa minggu terakhir juga dapat menekan angka inflasi dan deflasi pada Maret dimungkinkan terjadi.
'Bebas Bea Masuk impor dan penguatan rupiah juga menyumbang deflasi, namun inflasi akan mulai meningkat lagi pada kuartal II 2011 pada Mei-Juni,' ujar Eric.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari mencapai 0,13 persen, sehingga inflasi tahun kalender Januari-Februari 2011 tercatat 1,03 persen.
Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan laju inflasi ini termasuk rendah karena terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar minus 0,09 persen.
'Deflasi pada bahan makanan terjadi untuk pertama kali dalam empat tahun terakhir, karena biasanya menjadi penyumbang inflasi tertinggi,' ujarnya.











