Kabul (ANTARA/RIA Novosti-OANA) —
Gerilyawan Taliban pada Selasa merebut satu kabupaten terpencil di provinsi Nuristan, di bagian baratlaut Afhghanistan, menurut laporan kepolisian setempat.
Kepala kepolisian provinsi, Sham ul-Rahman Nuristani mengatakan, sekitar 300 gerilyawan menyerbu ke dalam kabupaten pegunungan Waygal di perbatasan dengan Pakistan pada dini hari, memaksa satu regu kecil polisi setempat melarikan diri.
Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan perebutan itu dilakukan 'dengan perlawanan minim dari pasukan pemerintah.'
Tidak ada pasukan NATO di daerah tersebut pada saat serangan itu terjadi.
Pada Sabtu, Taliban menculik lebih dari 50 polisi Afghanistan di provinsi Kunar timur.
Polisi dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diambil dari arah yang tidak diketahui.
Mujahid mengatakan pada Minggu bahwa polisi tertangkap dan menjadi tawanan Taliban. Nasib mereka akan diputuskan oleh Syura, dewan tertinggi Taliban.
Ia mengatakan, bagaimanapun, banyak tawanan dapat dibebaskan jika mereka berjanji tidak pernah secara terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan dan kepolisian.
Sumber-sumber pada pemerintah daerah mengklaim bahwa 19 dari 50 tawanan telah dibebaskan.
Meskipun ada upaya-upaya konsolidasi oleh pemerintah Afghanistan dan pasukan koalisi internasional, Taliban, yang digulingkan dalam serangan tahun 2001 yang dipimpin AS, terus melancarkan serangan secara teratur terhadap para pejabat pemerintah provinsi, polisi dan warga sipil serta melakukan serangan bom pinggir jalan yang ditargetkan pada pasukan Afghanistan, AS dan NATO.











