Klaten (ANTARA) —
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Mari Elka Pangestu mengatakan kondisi Pasar Tradisional Cokrokembang di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang dijadikan percontohan nasional sebelum dibangun cukup memprihatinkan.
'Kami melihat kondisi Pasar Cokrokembang cukup memprihatinkan, karena belum dikelola dengan baik,' Kata Menteri Perdagangan disela sela kunjungan di Pasar Cokrokembang, Desa Daleman, Tulung, Klaten, Selasa.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah akan melakukan renovasi dan revitaliasasi Pasar Cokrokembang di Klaten ini dengan dana Rp9 miliar.
'Kami melihat dari pengelolaan sampah, tempat parkir, tempat kering maupun basah harus kita tata ulang,' kata dia.
Menurut Menteri Perdagangan, dengan memberdayakan pasar tradisional tersebut salah satunya akibat maraknya swalayan modern yang berdiri di kampung kampung saat ini.
'Prosepsi pasar tradisional yang tidak nyaman, tidak bersih, dan tidak higienis harus kita rubah. Kita kelola dengan baik dan dikembangkan, maka masyarakat justru akan datang mencarinya,' kata Menteri Perdagangan.
Menurut dia, tujuan pasar percontohan tersebut benar benar sebagai pasar rakyat dan pusat perekonomian daerah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah harus melakukan relokasi pedagang ke tempat sementara dengan baik selama pembangunan.
'Kami jamin pedagang lama akan dikembali lagi ke asalnya. Kita hindar terjadinya gejolak. Kami akan kembali lagi meninjau pasar ini setelah selesai pembangunan akhir Desember 2011,' katanya.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, pembangunan Pasar Cokrokembang di Klaten, seluas sekitar 9.000 meter persegi diharapkan dapat menjadi percotohan di Indonesia.
Menurut gubernur, Pasar Cokrokembang sangat strategis karena di lokasi dengan daerah wisata, industri kerajinan, hasil pertanian maupun perikanan darat.
'Kami harapkan pembangunan pasar nanti mengakibatkan perekonomian masyarakat juga menjadi lebih baik, meningkatkan pendapatan pemerintah daerah,' kata gunernur.
Menurut gubernur, pasar tersebut bukan hanya untuk perdagangan kebutuhan sehari hari, tetapi ke depan juga akan dijadikan pasar kuliner untuk dapat dipasarkan kepada wisatawan.
Oleh karena itu, kata gubernur, dengan pembangunan Pasar Cokrokembang yang dijadikan percontohan menjadi pasar tradisional modern, maka para pedagang maupun maryarakat akan lebih nyaman, dan dapat meningkatkan perekonomian di daerah itu.
Wakil Bupati Klaten Sri Hartini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Klaten sangat mendukung dengan adanya program Kementerian Perdagangan yakni pembangunan Pasar Tradisional Cokrokembang di Klaten sebagai percontohan.
'Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Klaten, menyambut baik pembangunan pasar itu. Kami harapkan dengan pembangunan pasar itu, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga menjadi percontohan pasar lainnya di Klaten,' katanya.











