Palembang (ANTARA) —
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mendukung kebijakan Pemerintah Kota Palembang, untuk menghentikan pengangkutan tanah bagi pembangunan 'undermall' pada lahan halaman parkir Stadion Madya Bumi Sriwijaya Kampus Palembang.
'Kalau memang mengotori lingkungan, itu perlu diberhentikan karena kita perlu mengutamakan kebersihan,' kata Gubernur, di Palembang, Selasa.
Karena itu, dia menyatakan mendukung sepenuhnya penghentian pengangkutan tanah pada areal calon mal bawah tanah (undermall) yang sebelumnya telah disampaikan oleh Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton itu.
Wakil Wali Kota Palembang menegaskan, pihaknya perlu menghentikan pengangkutan tanah di tempat pembangunan pasar modern bawah tanah tersebut, karena mengotori jalan yang dilewati.
Menurut Gubernur Alex Noerdin, seluruh pembangunan yang ada di provinsi ini, perlu dijaga agar lingkungannya harus bersih, sehingga kebijakan penghentian pengangkutan tanah itu merupakan hal yang wajar.
'Jadi bukan saja angkutan tanah di pasar modern bawah tanah itu yang harus dihentikan, tetapi semua pembangunan bila mengotori lingkungan perlu distop,' kata dia menegaskan pula.
Alex menyatakan bahwa Pemprov Sumsel lebih mengutamakan kebersihan lingkungan, sehingga setiap pembangunan harus bersih dari berbagai kotoran terutama pada fasilitas umumnya.
Dia minta, semua pihak untuk menjaga lingkungan dengan selalu membersihkan lokasi yang ada.
Pasar modern bawah tanah yang sedang dibangun tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama daerah sekitar.
Namun dalam pelaksanaan pembangunannya, menimbulkan kontroversi dan protes, antara lain dari para aktivis lingkungan karena dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) maupun Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang belum ada meskipun aktivitas di lokasi telah berjalan.
Pejabat terkait menegaskan bahwa semua dokumen yang diperlukan itu, baik Amdal maupun IMB, dalam proses pengurusan di Pemkot Palembang.
Pembangunan pasar modern bawah tanah itu perlu disegerakan untuk mengejar target bisa rampung menjelang pelaksanaan SEA Games ke-26 di Palembang, 11-25 November 2011.











