Banda Aceh (ANTARA) —
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta seluruh sekolah di provinsi tersebut membentuk kantin kejujuran sebagai langkah awal untuk menciptakan generasi yang jujur dan bebas dari perilaku korupsi.
'Kantin kejujuran merupakan cikal bakal pembentukan watak generasi yang berperilaku jujur karena sistem jual belinya tanpa diawasi,' katanya di sela peluncuran kantin kejujuran di SMAN 4 Banda Aceh, Senin.
Dijelaskannya, kantin kejujuran yang dibuka di SMU 4 Kota Banda Aceh tersebut merupakan salah satu model transaksi jual beli di sekolah yang menerapkan prinsip kejujuran masing-masing pembeli sesuai dengan kebutuhan yang tersedia dan diinginkan.
'Artinya, setiap pembeli membayar sesuai dengan harga yang telah dicantumkan pada setiap produk barang,' katanya.
Karena itu, ia mengharapkan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan di Aceh dapat melakukan hal yang sama untuk menghadirkan kantin kejujuran sehingga generasi Aceh akan menjadi pemimpin yang terbebas dari perilaku korupsi.
'Kami berharap kantin kejujuran yang diprakarsai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh yang juga merupakan salah satu program nasional untuk pencegahan tindak pidana korupsi dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis moral dan kejujuran,' katanya.
Sementara itu Kejati Aceh H Muhammad Yusni mengatakan kehadiran kantin kejujuran yang akan dibentuk dari tingkat SD, SMP dan SMA tersebut merupakan sebuah pendidikan dini bagi siswa agar berperilaku jujur dalam kegiatan sehari-hari.
'Kami berharap kehadiran kantin kejujuran tersebut dapat membentuk generasi yang jujur dan ketika menjadi pejabat tidak melakukan tindak pidana korupsi,' demikian Muhammad Yusni.











